Issoudun, Un Cœur pour le Monde: Wisata Rohani Devosi Bunda Hati Kudus di Perancis (1)

0
164 views
Lokasi destinasi wisata rohani Issoudun di Perancis untuk devosi Bunda Hati Kudus. (Ist)

ISSOUDUN tetap menjadi destinasi ziarah rohani yang menarik perhatian umat Katolik Perancis. Ini sudah berlangsung sejak 8 September1869, ketika para peziarah menyediakan diri dan waktu untuk datang ke Issoudun dan berdoa kepada Bunda Hati Kudus.

Istilah “Bunda Hati Kudus”

Hari ini, saya tergerak menulis artikel mengenai Bunda Hati Kudus.

Di Indonesia, gelar atau istilah “Bunda Hati Kudus”  mungkin sudah agak jamak dan tidak asing lagi. Namun mungkin belum banyak orang yang tahu sejarah dan makna di balik gelar itu.

Gelar Maria Bunda Hati Kudus diberikan oleh Pastor Jules Chevalier, pendiri Tarekat Religius MSC dan Kongregasi Suster PBHK. Ia ditahbiskan imam pada tanggal 14 Juni 1851 di Bourges, Perancis.

Berkarya di Issoudun

Ia berkarya sebagai pastor rekan di tiga tempat berbeda di Keuskupan Bourges yang luas yakni di Ivoy-le-Pré, Châtillon-sur-Indre, dan Aubigny-sur-Nère. Berikutnya, ia  menerima tawaran bekerja Issoudun, Perancis Tengah, di bulan September 1854.

Jules Chevalier, pendiri Tarekat MSC.

Ia tiba di Issoudun di bulan Oktober 1854 bersama salah satu temannya yang bernama Emile Maugenest. Keduanya suka mengingat mimpi mereka sebagai seminaris dan cita-cita mereka sewaktu muda ingin menjadi misionaris.

Mereka memutuskan ingin bicara dengan Pastor Paroki Issoudun waktu itu yakni Pastor Crozat. Pastor Crozat menyetujui cita-cita mulia dan berjanji akan membantu dan mendukung mereka.

Saat itu dan tidak lama kemudian, muncullah proklamasi diterbitkannya dogma (ajaran Gereja Katolik) tentang Maria Dikandung tanpa Noda  pada tangggal 8 Desember 1854.

Devosi kepada Bunda Maria

Di Issoudun, mereka mempersiapkan diri dengan novena. Pastor Chevalier menulis ‘kontrak’ dengan Perawan Maria. Di situ ia menetapkan diri akan menghormatinya dengan cara khusus, jika Bunda Maria bersedia memberikan tanda mendukung projek misionarisnya.

Pada tanggal 8 Desember 1854 di akhir novena dan setelah misa, seseorang datang kepada Pastor Jules Chevalier dan menjanjikan sumbangan sebesar 20 ribu French Franc untuk  membantu misi, tanpa perincian lebih lanjut.

Issodun dan MSC Perancis. (Ist)

Maria telah menanggapi permintaannya dengan baik.

“Kamu adalah utusan Surga. Melalui Anda bahwa Perawan Tak Bernoda menjawab doa kami pada hari ini,” demikian kata  Pastor Chevalier kepada orang itu.

Ia mencari kesempatan berbicara dengan Uskup Agung atas idenya ingin mendirikan Kongregasi Missionaris yang selalu dimimpikannya. Tetapi Dewan Episkopal waktu itu belum mau mendukung dan uskup minta waktu Pastor Chevalier untuk kembali memikirkan gagasan tersebut.

Akhirnya uskup mengakui telah terjadi ‘ intervensi’ dari Penyelenggaraan Ilahi hingga akhirnya beliau menerima projek Pastor Chevalier.

Komunitas perdana MSC

Pada awal September 1855, komunitas pertama Misionaris Hati Kudus (MSC) diberkati oleh Vikjen Keuskupan Bourges. Komunitas religius MSC menempati sebuah rumah sederhana yang tidak bisa dijual, namun kini di lokasi yang sama telah berdiri bangunan  sangat agung yang menjadi ‘tempat suci’ Issoudun saat ini.

Pastor Chevalier, bersama para misionarisnya, berhasil mengubah sebuah lumbung kecil menjadi sebuah kapel. Tetapi karena atapnya runtuh, maka mereka merasa diyakinkan bahwa kelompok imam misionaris yang baru ini harus mulai membangun sebuah bangunan  gereja yang didedikasikan untuk Hati Kudus.

Menepati janji

Pastor Jules Chevalier menepati janjinya kepada Bunda Maria. Ia memenuhinya pada tahun 1857, setelah tiga tahun refleksi dan doa.

“Di gereja kita, Perawan Maria akan disebut Bunda Hati Kudus. Untuk menjawab keheranan rekan-rekannya yang mendengarkan gelar baru ini, maka Pastor Jules Chevalier mengekspresikan dirinya dalam ulasan para pastor Jesuit dari Toulouse dalam The Messenger of the Sacred Heart.

Pastor Chevalier menjelaskan dia ingin menghormati ikatan yang menyatukan Maria dan Kristus, Kristus dan Maria.

Gambar pertama di mana Maria berdiri, membuka tangan, di hadapan Yesus sebagai anak 12 tahun yang memberkati. Patung-patung ini menggabungkan sikap Maria di Rue du Bac (Paris) dan gamabr Yesus meminjam lukisan Keluarga Kudus karya LJ Hallez.

Belakangan, Pastor Chevalier membuat patung marmer Carrara sesuai dengan gagasan yang sama, dengan sebuah varian: Yesus tidak lagi memberkati.

Dengan tangan kanan-Nya, si Yesus Anak menunjuk ibu-Nya seolah-olah mengatakan kepada kita demikian:  “Jika kamu ingin mengetahui hati-Ku (yang ditunjukkan dengan tangan kiri-Nya), tanyakan pada Maria, maka dia akan menunjukkan jalannya kepadamu.”

Basilika Kecil

Pada tanggal 2 Juli 1864, dalam sebuah upacara besar, Uskup de La Tour d’Auvergne meresmikan gereja yang baru selesai dibangun. Bangunan gereja ini  diakuinya  sebagai ‘basilika kecil’ berdasarkan Dekrit  yang dirilis Paus Pius IX 17 Juli 1874.

Patung Maria, marmer Carrara, ditempatkan di kapel yang didedikasikan untuk Bunda Hati Kudus.

Lokasi Issoudun

Lalu,  di manakah letak persisnya  lokasi Kota Issoudun?

Letaknya sangat strategis, yakni persis di tengah-tengah wilayah negara Perancis, di jantung Keuskupan Bourges.

Hanya butuh waktu dua jam perjalanan dengan menggunakan kereta dari Kota Paris. Tak jauh dari Issoudun ada juga tempat ziarah yang terkenal seperti Nevers, tempat jenazah St. Bernadette Soubirous disemayamkan. Jaraknya sekitaran 108 km. (Bersambung)

Ref: http://www.issoudun-msc.com/pelerinages/venir-en-pelerinage-a-issoudun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here