Jangan Cemas terhadap Hidup

0
131 views
Aktor komedian Charlie Chaplin by Ist.

MENJALANI hidup ini dengan penuh syukur merupakan bagian dari hidup manusia. Namun banyak orang sering cemas tentang hidupnya.

Komedian asal Inggris yang terkenal, yaitu Charlie Chaplin (1889–1977) mengatakan bahwa hidup ini suatu tragedi, ketika dilihat dari jarak dekat. Tetapi hidup ini menjadi sebuah komedi dalam jangka panjang. Mengapa ia mengatakan demikian?

Karena ia mengalami sendiri perjalanan hidupnya yang penuh tragedi dan komedi.

Tragedi demi tragedi ia alami dalam perjalanan hidunya. Saat masa kecil, Chaplin menjalani hidup dalam kemiskinan dan kerja keras di London. Karena ayahnya pergi dari rumah, ibunya berjuang mati-matian untuk menghidupi keluarganya.

Lantas Charlie Chaplin dikirim ke tempat kerja sebanyak dua kali sebelum berusia sembilan tahun. Hal ini tentu melanggar undang-undang yang tidak memperbolehkan pekerja di bawah umur.

Saat berusia 14 tahun, ibunya dimasukkan ke suaka mental. Chaplin mulai melakukan pertunjukan pada tahun-tahun awal. Ia mengambil tanggung jawab atas keluarganya. Ia melakukan tur ke balai-balai musik dan kemudian bekerja sebagai aktor panggung dan komedian.

Pada usia 19 tahun, ia menandatangani kontrak dengan perusahaan Fred Karno, yang mengirim dia ke Amerika. Chaplin memutuskan untuk memasuki industri film. Ia mulai tampil pada 1914 untuk Keystone Studios.

Ia kemudian mengembangkan pesona Tramp dan membentuk basis penggemar yang besar. Chaplin menyutradarai film-filmnya sendiri dari masa-masa awal. Ia masih melanjutkan karyanya saat ia beralih ke perusahaan Essanay, Mutual, dan First National. Pada 1918, ia menjadi salah satu figur paling dikenal di dunia.

Jangan kuatir
Ada orang yang merasa hidupnya selalu diliputi kecemasan. Mereka kuatir, kalau-kalau mereka mengalami hidup yang tidak bahagia. Mereka cemas kalau kesehatan mereka terganggu selama menjalani suatu pekerjaan. Mereka melihat hidup ini sebagai suatu peristiwa tragis.

Kisah di atas memberi kita inspirasi bahwa hidup ini tidak selalu mudah. Orang mesti memperjuangkannya dari hari ke hari. Charlie Chaplin yang kemudian menjadi orang terkenal itu membangun hidupnya dari kemiskinan.

Ia kehilangan segala-galanya. Ayah dan ibunya tidak bisa mendampinginya dengan baik. Namun ia mesti berjuang. Ia menanamkan harapan dalam dirinya yang terdalam. Ternyata di kemudian hari ia menjadi orang yang sukses.

Kebahagiaan tidak jatuh dari langit. Kesuksesan hidup itu mesti diperjuangkan dalam realitas hidup sehari-hari. Orang yang berhenti berjuang adalah orang yang egois. Dia hanya mementingkan dirinya sendiri. Egoisme menutup hati terhadap berbagai kemungkinan untuk maju dalam hidup ini.

Untuk itu, kita mesti melibatkan Tuhan dalam perjalanan hidup ini. Kita mesti yakin bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita berjuang sendirian. Melalui orang-orang yang ada di sekitar kita, Tuhan menolong kita. Tuhan membantu kita dalam upaya-upaya kita meraih kebahagiaan hidup.

Mari kita bersyukur atas hidup yang telah diberikan kepada kita. Hidup ini bukan milik kita semata, tetapi milik Tuhan yang telah menciptakannya. Hidup ini sangat berharga, sehingga patut kita syukuri.

Tetap semangat, sahabat-sahabat. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here