“John Wick 3: Parabellum”, Kepala Senilai 14 Juta Dollar

0
211 views
Resensi film "John Wick 3" (Ist)


BERBEDA dengan dua sekuel sebelumnya yang mengisahkan “dendam” karena urusan personal, kini sekuel ketiga benar-benar “jauh” dari urusan balas dendam.

Yang terjadi, John Wick (Keanu Reeves) malah jadi orang buruan dan dikejar oleh para pembunuh bayaran, lantaran kepalanya dihargai senilai 14 juta dollar AS. Itu terjadi setelah ia gagal memenuhi tenggat waktu lapor diri sehingga lantas masuk kategori “excomunicado” yang berarti harus disingkirkan.

Maka yang terjadi kemudian hanyalah aksi saling kepruk, saling beradu cepat menarik pelatuk pistol atau senapan mesin dan kadang juga secepat kilat melempar pisau dan samurai pendek.

Akibatnya, film sepanjang hampir dua jam ini,nyaris tidak ada sejengkal jeda di mana tidak terjadi aksi saling kejar, saling bunuh, dan kemudian anyir darah mengalir ke semua sudut.

Itulah mengapa John Wick 3 disukai banyak orang penggemar film kepruk. Untuk yang ingin lebih dari itu, maka sungguh kecewa karena narasi cerita terlalu mengawang-awang dan juga tidak mudah dicerna.

Paradigma lama

Mengikuti paradigma lama yang berbunyi “Si vis pacem, para bellum” yang berarti “kalau ingin damai, maka bersiaplah untuk perang”, maka John Wick 3 mengadopsi adagium tersebut dengan kisah inti berikut ini.

John Wick ingin bisa berdamai dengan The High Table, namun syaratnya harus rela mengikuti “aturan umum” yakni berperang dan melalukan hobi dan keahliannya –seperti dikatakan Winston (Ian McShane)—pemilik dan manajer Continental Hotel di New York.

Karena itu, maka ia melalang buana ke Cassablanca menemui Sofia (Halle Berry) untuk membantunya. Selebihnya, adegan demi adegan ya itu tadi: kepruk-keprukan tanpa henti dan anyir bau darah menyeruak ke segala sudut.

Pada titik inilah, muncul dua aktor Indonesia dan seorang aktor Filipina ikut serta. Yang menarik pertama-tama bukan teknologi “duel”, melainkan arena kepruk-keprukan itu terjadi di sebuah wahana gedung yang karena berbahan baku kaca maka bias-bias sinar bisa dengan indahnya memantulkan bayangan-bayangan.

Yang agak aneh hanyalah istilah yang dipakai sebagai judul ini tidak lazim.

Aslinya adalah para bellum yang diturunkan dari kata lain “parare” yang berarti menyiapkan dan kata “bellum” yang artinya perang. Entah dengan maksud apa, dua kata yang mestinya ditulis terpisah itu akhirnya disambung menjadi satu kata parabellum.

Kadang, film itu memang susah dicerna. Termasuk John Wick 3 yang kisahnya terlalu njlimet dan susah dicerna, selain aksi-aksi keprukan tadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here