Keluarga Berjubah, 40 Th Membiara Pastor Fransiskus Mandagi MSC dan Pastor Yonas Tandayu MSC  

0
3,629 views
Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC bersama empat adiknya semua berjubah namun adik kandungnya Sr. Beatrix DSY tidak hadir. (Dok. Provinsialat MSC)

TANGGAL 3 Desember 2017 yang lalu adalah Peringatan St. Fransiskus Xaverius. Namun peringatan itu tidak dirayakan karena bertepatan dengan Hari Minggu. Hari Minggu adalah Hari Raya Kebangkitan Kristus yang ada di atas semua peringatan wajib para santo dan santa.

Pada hari itu adalah perayaan 40 tahun hidup membiara Pst. Frans Mandagi sebagai biarawan MSC. Namun perayaannya dilaksanakan pada hari Selasa sore, tanggal 5 Desember 2017 di Gereja Bunda Hati Kudus Woloan, atas permintaan Mgr. PC Mandagi MSC yang adalah kakak kandung Pastor  Frans Mandagi MSC.

Kedua yubilaris MSC memperingati 40 tahun hidup membiara.

Jauh–jauh hari, Uskup Keuskupan Amboina tersebut sudah meminta kepada adiknya supaya perayaan tidak dilakukan pada hari Minggu tanggal 3 Desember, karena Mgr. Kanis Mandagi berencana akan hadir dalam perayaan itu.

Misa dipimpin oleh Pastor Frans Mandagi MSC dan didampingi oleh dua uskup, yaitu Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Rolly Untu MSC dan Uskup Keuskupan Amboina Mgr. PC Mandagi MSC.

Uskup Emeritus Manado Mgr. Jos Suwatan MSC belum bisa hadir karena masih pemulihan kesehatan. Ada banyak pastor, bruder, suster dan umat yang hadir dalam perayaan tersebut.

Pastor Frans Mandagi MSC peringati 40 tahun hidup membiara sebagai MSC. (Dok. Provinsialat MSC)

Masa kecil adiknya

Kotbah disampaikan oleh Uskup Mandagi dan membuat umat banyak kali tertawa karena Mgr. Mandagi menceritakan kembali bagaimana adik kandungnya yakni Pastor Frans Mandagi ketika masih di rumah.

Dikisahkan pula tentang dengan nama apa dia dipanggil kalau di rumah dan bagaimana ketika ia menjadi frater Novis tahun 1977, dimana kakak kandungnya Pst. PC Mandagi MSC waktu itu adalah Socius atau rekan pembina dari Magister.

Pastor Frans Mandagi MSC.

Ketika Pastor Frans Mandagi melanjutkan studi di Seminari Tinggi Pineleng, maka ia bertemu lagi juga dengan sang kakak sebagai dosennya.

Mgr. Mandagi menceritakan bagaimana beliau sebagai pembina sang adik di Novisiat maupun di Seminari Tinggi harus berlaku seolah–olah ia bukan adiknya, atau bersikap justru  lebih tegas dan keras kepada adiknya daripada kepada frater-frater lainnya. Supaya nanti jangan disangka melakukan kolusi dan nepotisme.

Cerita–cerita itu membuat umatnya Pastor Frans Mandagi merasa lucu dan tertawa, karena hanya bisa diketahui dari kotbah Mgr. Mandagi sebagai kakak kandung pastor paroki mereka.

Empat saudara berjubah

Dalam acara ramah tamah terjadi hal yang sangat menarik karena Pastor Frans Mandagi MSC didampingi oleh empat saudaranya yaitu dua orang Frater CMM, yaitu Fr. Lukas Mandagi CMM dan Fr. Herman Mandagi CMM, dan Uskup Keuskupan Amboina.

Sebenarnya ada kakak yang menjadi Suster, yaitu Sr. Beatrix DSY.

Beliau tetapi tidak bisa hadir karena tarekatnya hanya mengizinkan satu kali libur untuk pesta adiknya itu, dan suster memilih untuk hadir ketika adiknya akan merayakan pesta lagi di kampung halamannya di desa Kamangta.

Frater Lukas Mandagi CMM, Frater Herman Mandagi CMM, si kakak sulung Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, Sr. Beatrix Mandagi MSC. (Dok. Provinsialat MSC)

Lima berjubah

Jadi dari keluarga Mandagi – Dolang (nama orangtua mereka) lahir anak-anak yang kemudian menjadi Uskup Amboina; Suster DSY, Pastor MSC dan dua frater CMM. Dari 6 (enam bersaudara) hanya satu orang yang menikah, yaitu kakak perempuan mereka sedangkan 5 orang menjadi biarawan dan biarawati.

Pastor Yonas Tandayu MSC.

Yang menarik juga disebutkan bahwa Pastor Frans Mandagi MSC adalah teman angkatan Pastor Yonas Tandayu MSC yang juga merayakan 40 tahun hidup membiara.

Empat berjubah

Pastor Yonas Tandayu juga mempunyai 3 kakak dan 1 adik yang menjadi suster.

  • Yohana Tandayu menjadi suster kontemplatif di Biara Karmel, Kakaskasen.
  • Yosephine Tandayu JMJ  berkarya di Makassar.
  • Auxilia Tandayu JMJ berkarya di Jakarta.
  • Pastor Yonas Tandayu  bekerja di Amerika.
  • Christine Tandayu DSY  berkarya di Manado.
Pastor Yonas Tandayu MSC.

Jadi keluarga Pastor Frans Mandagi MSC dan Pastor  Yonas Tandayu MSC itu masing -masing mempunyai 5 anggota keluarga yang dipanggil menjadi biarawan-biarawati. Kedua keluarga ini yang satu berasal dari desa Kamangta dan yang satunya lagi dari desa Binabetengan dikenal luas oleh umat di Keuskupan Manado sebagai keluarga yang kakak–beradik menjadi biarawan dan biarawati.

Yang sangat istimewa adalah keluarga Mandagi karena terdiri dari Uskup, Imam, suster dan frater CMM atau sama dengan bruder. Kita penasaran ingin tahu bagaimana suasana keluarga mereka pada waktu itu sehingga bisa terjadi bahwa kakak–beradik merasa terpanggil untuk hidup membiara dan mereka semua tetap setia sampai sekarang, dan 10 orang tersebut sampai sekarang umur panjang dan masih sehat sehingga bisa menjadi tanda misteri panggilan Allah yang luar biasa.

Dan kebetulan perayaan 40 tahun hidup membiara dari kedua imam yang mempunyai banyak saudara dalam panggilan itu terjadi pada peringatan St. Fransiskus Xaverius SJ, seorang misionaris yang sampai ke India, Indonesia, dan Jepang dan wafat sebelum memasuki daratan China.

St. Fransiskus yang membaptis ribuan orang itu mempunyai semboyan, “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat. 16:26).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here