Kepedulian dan Belas Kasih

0
792 views

PERIKOP tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin, mengisahkan seorang kaya yang menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan kepadanya. Sikapnya yang tidak peduli terhadap penderitaan Lazarus dan hatinya yang tidak tergerak oleh belas kasih terhadap kondisi Lazarus yang begitu mengenaskan, menyeretnya ke dalam penderitaan abadi.

Kisah ini menjadi peringatan bagi kita untuk mempersiapkan hidup kita sedini mungkin. Karena tempat di mana kita berada kelak, ditentukan oleh perbuatan kita selama hidup di dunia. Saat kita diberkati dengan harta berlimpah, hendaknya kita jangan tamak dan berpusat pada diri sendiri saja. Melainkan, gunakan harta tersebut sebagai sarana untuk berbagi dan menyalurkan kasihNya kepada yang membutuhkan.

Dalam menjalani hidup, hendaknya kita senantiasa bersikap waspada. Jangan sampai kenikmatan duniawi membuat kita terlena, sehingga kita ‘lupa’ untuk berbuat baik dan menebarkan kasih.

Sadari bahwa nepotisme tidak dikenal di dalam kerajaan Allah, jadi jangan pernah berharap bahwa Tuhan akan memberikan ‘discount’ hukuman kepada kita karena kita memiliki kerabat yang menjadi santo atau santa. Keselamatan adalah tanggung jawab masing-masing pribadi, dengan demikian kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk dapat meraihnya.

Mari benahi hidup kita dengan membangun sikap pertobatan. Selalu andalkan Tuhan dan mohon bimbinganNya agar kita dimampukan untuk terus menerus melangkah di jalanNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here