Kepekaan Rohani

0
204 views
Menjadi petugas Liturgi Sabda dan Doa Umat.

1Tim 3: 14 -16 dan Luk 7 : 31 – 35

Melalui Injil hari ini, Tuhan Yesus mau menunjukkan betapa sulit hidup untuk orang lain.

Manusia selalu menjadi makluk yang tidak terduga. Yohanes Pembaptis tidak diterima karena ia bersikap keras dengan dirinya sendiri (puasa dan matiraga) dan berani membela keadilan dan kebenaran.

Yesus tidak diterima karena ia terlibat dalam kehidupan biasa, makan dan minum seperti orang lain.

Permenungan ini dilukiskan Yesus dengan orang bermain seruling. Diajak bernyanyi, namun orang lebih suka melagukan kidung sendiri. Diajak menari, namun orang lebih suka berjingkrak-jingkrak menurut iramanya sendiri.

Melalui injil ini, Yesus sebenarnya mau mengajak kita untuk memiliki sebuah kepekaan rohani. Orang Kristen harus peka dalam hidup dan siap hidup bagi sesama. Orang yang memiliki kepekaan rohani (terbuka) akan dengan mudah melihat dan mengerti tanda-tanda kehadiran Allah dan mengenal kehendak Allah dalam hidupnya.

Bagi St. Paulus, jemaat itu adalah Kenisah Allah yang hidup, tiang dan penopang kebenaran. Jemaat merupakan pewaris kebenaran warta gembira dan memiliki kekayaan iman (depositum fidei).

Menanggapi kekayaan iman jemaat ini, kita semestinya bersyukur kepada Allah untuk anugerah ini. Tugas semua anggota jemaat (gembala dan umat) adalah menjaga agar kekayaan iman ini jangan sampai hilang binasa. Untuk itu, sekali lagi dibutuhkan kepekaan rohani, yang seharusnya dimiliki semua kita.

Doaku: Tuhan Yesus, tanamkanlah dalam hatiku sebuah sikap terbuka dan kepekaan menanggapi tanda kehadiran-Mu agar mampu menanggapi kehendak-Mu dalam seluruh hidupku. Amen.

Selamat pagi. Salam dan doa berkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here