Khasanah Spiritualitas Ignasian: “Berdoa Examen Ignasian”, Buku Saku tak Berliku (3)

0
380 views
Khasanah Spiritualitas Ignasian: Buku Berdoa Examen Ignasian by Cafe Puna.

PERNAHKAH anda merasa hidup saya kok berlalu begitu saja – tanpa makna? Atau hidup rohani saya terasa sekering pasir di gurun, hampa – serasa Tuhan tak hadir sama sekali dalam hidup saya? Atau merasa terasing dengan orang-orang di sekitar, bahkan kadang dengan diri saya sendiri?

Jangan berkecil hati, anda tidak sendiri. Saya dan jutaan orang lain mengalaminya juga.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Beragam solusi tentunya, salah satunya yang dikenalkan St. Ignasius Loyola: Examen Conscientiae alias Pemeriksaan Batin.

Caranya?

Examen of Consciousness yang telah dialihbahasakan sebagai Doa Examen ini bisa kita temui dalam buku saku anyar setebal 117 halaman berjudul Berdoa Examen Ignasian, Berjumpa dengan Tuhan dalam Kesibukan Sehari-Hari.

The Examen Prayer

Buku ini merupakan saduran dari buku terbitan tahun 2006 berjudul The Examen Prayer, karya Pastor Timothy M. Gallagher OMV.

Pastor Gallagher yang ditahbiskan tahun 1979 di Amerika Serikat telah menulis tujuh  buku Spiritualitas Ignasian sejak 2005.

The Examen Prayer merupakan buku pertamanya yang meraih predikat bestseller.

Pastor yang berpengalaman sebagai Provinsial, pengajar spiritualitas, dan pemimpin rumah retret ini, sekarang memegang jabatan prestisius St. Ignatius Chair for Spiritual Formation di Seminari St. John Vianney, Denver, Colorado, USA.

Buku Berdoa Examen Ignasian ini dihasilkan oleh para frater Skolastik Jesuit di Unit Residensial SJ Pulo Nangka.

Isi buku tersebut telah disajikan ke sejumlah umat yang hadir dalam kegiatan Café Puna kurun waktu antara Mei 2017 sampai Mei 2018.

Makalah presentasi para frater tersebut itulah yang kemudian diolah menjadi buku saku yang bisa memandu kita melakukan Examen.

Lima tahapan Examen

Examen tradisional yang dipopulerkan oleh St. Ignasius Loyola berupa 5R (Relish, Request, Review Repent, Resolve) dalam buku ini menjadi tahapan-tahapan berikut ini:

  1. Bersyukur.
  2. Memohon rahmat.
  3. Melihat ulang.
  4. Diriku yang rapuh dan mohon kerahiman Allah.
  5. Perbarui diri.

Masing-masing tahapan itu dijelaskan dengan bahasa populer yang tidak akan membuat kepala tambah mumet. Juga singkat, total hanya 58 halaman.

Kiat dan 14 model tuntunan

Bagian berikutnya disajikan kiat-kiat sebelum memulai Examen. Di antaranya waktu disarankan tidak lebih dari 15 menit dan jangan terjebak kedosaan.

Setelah itu, diberikan 14 model tuntunan Examen Ignasian. Tuntunan ini disajikan tak bertele-tele dan langsung dengan langkah-langkah praktisnya – dalam 57 halaman.

Singkatnya

Buku Berdoa Examen Ignasian ini buku kecil yang dibuat dengan semangat beberapa Jesuit ‘kecil’, tapi bisa menjadi panduan ‘besar’ alias praktis dan bernas untuk pembaca yang ingin melakukan examen.

Tentunya, buku ini layaknya buku resep masakan –sebagus apa pun- takkan berarti banyak, bila tanpa disertai praktik nyata.

Jadi, mari sekarang mulai saja ber-examen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here