Kim Jong-un Undang Paus ke Pyongyang

0
203 views
Kedua pemimpin Korea dari Korut Kim Jong-un dan Moon Jae-in dari Korsel. (Ist)

LUAR biasa. Berbagai langkah kejutan politik tak terduga, namun inilah yang tampaknya ingin dilakukan oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Setelah menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden AS Donald Trump dan kemudian mengajak Presiden Korsel Moon Jae-in berkunjung ke Ibukota Pyongyang, kini kejutan baru disemai oleh Pemimpin Korut ini.

Ia berminat mengundang Paus Fransiskus agar berkenan datang mengujungi Korea Utara.

Laporan istimewa ini muncul di kantor berita AsiaNews edisi hari Selasa petang tanggal 9 Oktober 2018 dengan titel berita Papa Francesco invitato a Pyongyang.

Misa untuk perdamaian Semenanjung Korea 

Berita menggembirakan ini diungkapkan oleh juru bicara Presiden Korsel Moon Jae-in sesaat sebelum pemimpin Korsel ini  memulai lawatannya ke Vatikan pekan mendatang mulai tanggal 17-18 Oktober ini.

Perayaan Ekaristi untuk mendoakan terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea akan berlangsung di Vatikan bersama Kardinal Pietro Parolin –Menteri Sekretaris Negara sekaligus “Menlu” Vatikan.

Sambutan hangat

“Presiden Korut Kim Jong-un mengatakan pihaknya akan menyambut hangat kedatangan Paus, jikalau beliau berkenan datang ke Pyongyang,” ungkap Kim Eui-kyeom, jubir The Blue House – nama populer untuk Istana Kepresiden Korsel jantung Kota Seoul sebagaimana dikutip oleh AsiaNews edisi Selasa petang ini.

Kunjungan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia ke Pyongyang di Korea Utara ini akan menjadi peristiwa bersejarah. Hal itu akan menjadi catatan sejarah yang sangat monumental, karena sejauh ini belum pernah ada Paus berkunjung ke Korut sejak negara ini berdiri.

Juga akan dikenang sebagai peristiwa politik yang menggembirakan bagi Gereja Katolik Universal dan Tahta Suci, mengingat selama ini umat Katolik di Korut yang tetap eksis secara sembunyi-sembunyi sering kali menjadi target aksi persekusi .

Reduksi ketegangan politik

Redanya ketegangan di Semenanjung Korea ini rupanya juga terjadi berkat kebijakan politik Presiden Korsel Moon Jae-in –seorang Katolik—yang menerapkan détente (upaya meredakan keteganan politik) di kawasan perairan yang memisahkan dua negara satu rumpun bahasa dan budaya namun beda garis politik dan ekonomi tersebut.

Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpun Kortu Kim Jong-un sudah melakukan pertemuan antarmereka setidaknya tiga kali di bulan April, Agustus, terakhir pertemuan langka ketika bersama Ibu Negara Korsel Presiden Moon Jae-in menyediakan waktu sungguh bertandang ke Ibukota Pyongyang menemui Pemimpin Korut Kim Jong-un.

Unifikasi Korea

Saat berlangsung pertemuan di kawasan DMZ, kedua pemimpin Korea itu menandatangani Panjunmon Declaration. Isi pentingnya adalah kesepakatan bersama untuk  bersama-sama menciptakan iklim perdamaian di Semenanjung Korea dan program pembongkaran nuklir di kawasan bergolak.

Kedua pemimpin negara Korea itu juga sepakat untuk memakai bendera “Unifikasi Korea” dalam berbagai perhelatan olahraga internasional dan terakhir semangat bersatu itu mereka tunjukkan di arena Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang beberapa waktu lalu.

Sumber: Papa Francesco invitato a Pyongyang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here