Komsos Keuskupan Banjarmasin: Gua Maria Manikam Damai Mandam, Tujuan Ziarah Rohani di Hutan Belantara

0
633 views
Gua Maria Mandam, Keuskupan Banjarmasin, Kalsel. (Uli Sihombing)

HARI Senin, 28 Mei 2018, pekan lalu, umat Katolik Gereja St. Yusup – Paroki Kotabaru, Keuskupan Banjarmasin di Provinsi Kalimantan Selatan memenuhi halaman Gereja Paroki Damai Bagimu. Umat berkumpul untuk melakukan ziarah rohani bersama ke Gua Maria Manikam Damai di Mandam.

Terletak di Hampang, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Gua Maria Manikam Damai merupakan lokasi tujuan wisata rohani yang sangat diminati oleh umat Katolik di Keuskupan Banjarmasin. Dindingnya yang terbuat dari batu kapur asli dan lokasinya yang dikelilingi oleh hutan yang lebat menyuguhkan suasana alami yang khas.

Ziarah rohani bersama ini dilaksanakan dalam rangka Penutupan Bulan Maria.

Antusiasme besar

Acara ini merupakan wujud kerjasama antara Paroki Santo Yusup Kotabaru dengan Kementerian Agama melalui Bimas Katolik. Umat Katolik Kotabaru menyambut berita ini dengan antusiasme luar biasa. Sebanyak 110 umat Katolik terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak turut serta dalam ziarah rohani ini.

Kurang lebih delapan jam perjalanan darat dengan mobi dari Kota Banjarmasin menuju Kotabaru sejauh 308 Km.

Tidak hanya bertujuan untuk melakukan ziarah rohani, acara ini juga sekaligus menjadi momen pertemuan dialog kerukunan internal umat Katolik Paroki Kotabaru.

Gereja yang Kudus, Katolik, dan Apostolik merupakan “rumah” bagi berbagai komunitas dan kelompok-kelompok kategorial. Inilah kekayaan yang dimiliki oleh Gereja Katolik.

Setiap komunitas dan kelompok kategorial memiliki perannya masing-masing dalam kelangsungan dan keutuhan Gereja. Oleh karena itu, momen khusus ini juga bertujuan untuk semakin mempererat kerukunan umat Katolik Paroki Kotabaru dari berbagai komunitas dan kelompok kategorial.

Saling mendoakan

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan renungan malam. Renungan malam yang dipimpin langsung oleh Romo Priyambodo selaku Pastor Paroki Kotabaru dilaksanakan di gedung baru Gereja Katolik Maria Manikam Damai yang bercorak motif khas Dayak.

Dalam renungan malam itu, setiap keluarga diberi sebuah lilin yang nantinya akan menerangi masing-masing keluarga. Dengan memegang sebuah lilin bersama-sama, para anggota keluarga dipersilakan mendoakan anggota keluarganya.

Suami mendoakan isteri dan isteri mendoakan suami, kakak mendoakan adik dan adik mendoakan kakak, ayah-ibu mendoakan anak-anak dan anak-anak mendoakan ayah-ibunya. Momen indah ini berlangsung di tengah keheningan malam di Mandam.

Keesokan harinya, sekitar pukul 07.30 WITA, seluruh umat telah berkumpul kembali di halaman gereja untuk mengikuti prosesi Jalan Salib.

Rute prosesi Jalan Salib menembus belantara hutan.

Rute jalan salib yang menantang

Prosesi Jalan Salib dimulai dari gereja menuju Gua Maria Manikam Damai. Rute yang harus ditempuh cukup panjang dan menantang. Kondisi jalan yang licin dan berlumut membuat umat harus berhati-hati selama mengikuti Jalan salib.

Di sisi lain, umat disuguhkan pemandangan hutan alami di sepanjang jalan menuju Gua Maria. Hal ini menjadi pengalaman unik tersendiri bagi umat Katolik Kotabaru; menyusuri hutan, mengikuti Jalan Salib.

Meskipun perjalanan tidak mudah, seluruh umat dapat mengikuti Jalan Salib dengan khusyuk hingga sampai di Gua Maria Manikam Damai. Sesampainya di sana, umat menyampaikan doa dan permohonannya masing-masing di depan patung Bunda Maria yang berdiri dengan kokoh dan anggun.

Berjalan beriringan menembus belantara hutan menuju Gua Maria.

Dalam keheningan, umat menikmati keindahan alam yang menyejukkan jiwa. Perjalanan ziarah rohani ini sungguh merupakan pengalaman yang luar biasa bagi seluruh umat Paroki Kotabaru.

Sungai Mandan nan jernih

Tidak hanya mengikuti ziarah rohani, umat juga menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu bersama di Sungai Mandam yang terletak tidak jauh dari gereja.

Sungai Mandam memang terkenal di kalangan peziarah yang sudah pernah berkunjung ke Mandam. Airnya yang jernih dan sejuk membuat pengunjung ingin berlama-lama berada di sana.

Ziarah rohani ini kemudian ditutup dengan misa yang dipimpin oleh Romo Priyambodo CM bersama dengan Romo Heribertus Pr.

Dalam sebuah kesempatan, Romo Priyambodo CM menyampaikan kebahagiaannya melihat antusiasme umat yang sangat besar dan harapannya untuk melaksanakan kegiatan yang serupa di lain waktu.

“Inilah perjalanan hidup kita, inilah perjalanan paroki kita. Semoga dengan Jalan Salib dan juga doa bersama di Gua Maria Mandam yang sudah kita kenal lama ini, dapat memperbaharui juga memberikan roh yang baru kepada kita semua, pribadi, keluarga masing-masing, dan juga paroki kita,” ungkap Romo Priyambodo CM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here