Lelah di Tempat

0
131 views
Ilustrasi: lLelah. (Ist)

ACARA training hari ini cukup melelahkan. Hampir selama delapan jam, saya terus berdiri dan sakit baru berasa di lutut ketika acara selesai. Minum kopi sebentar terus naik gojek ke Busway di jam pulang kantor.

Syukurlah masih dapat tempat duduk. Tapi ada sepasang suami-isteri dengan anak kembar mencari tempat duduk. Saya bayangkan kalau selama perjalanan harus menggendong anak-anaknya.

Saya berdiri dan tampak ibunya gembira.

Di rest area beberapa penumpang turun sehingga dapat tempat duduk lagi. Lega rasanya. Namun ada ibu-ibu sepuh naik dan matanya melihatku ….saya tersenyum dan berdiri.

Uff …tinggal dua orang berdiri. Setengah jam kemudian saya mulai menekuk-nekuk kaki. Mulai pegel dan kesemutan.

Tiba-tiba seorang anak muda berdiri mempersilahkan tempat duduknya untuk dipakai. Namun penumpang yang berdiri di sebelah kiri saya kelihatan lebih berminat.

Saya mempersilahkannya …uff !

Mulai jengkel dengan diri sendiri dan sebel dengan keadaan sekeliling. Apalagi jalanan macet.

Sambil tangan kanan berpegangan ke atas, kepala saya senderkan ke lengan dan laptop saya letakkan di kaki karena pundak juga mulai pegel. Merem sejenak dan tiba-tiba saya diingatkan oleh doa yang saya panjatkan tadi pagi ketika bangun tidur.

Ya ampun. “Tuhan, jadikanlah hidupku berarti bagi orang lain” ….

Saya mengamati suami-isteri dengan anak kembarnya tertidur nyenyak. Ibu-ibu sepuh dan orang terakhir yang saya persilahkan, semua tertidur lelap.

Kapan Engkau tidak mengabulkan doa-doaku Han ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here