Lentera Keluarga – Dasar Yang Kokoh

0
274 views

Tahun C-1 Adven I
Kamis, 6 Desember 2018.
Bacaan: Yes 26:1-6; Mzm 118:1.8-9.19-21.25-27a; Mat 7:21.24-27

Renungan

SABDA Tuhan menjadi pondasi yang kokoh jika Sabda itu didengarkan dan dipraktekkan dalam hidup sehari-hari. Mendengarkan saja atau sekedar melakukan hal baik saja tidak cukup. Dengan mendengar kita tahu bagaimana kita harus membangun yang kokoh; dan dengan mempraktekkannya  kita menjadikan rumah kokoh itu sebagai kenyataan.  Hujan, banjir dan angin itu adalah tantangan tak terduga yang berasal dari luar; dan kadang tidak terduga. Maka tidak patut menyalahkan hujan, banjur dan angin kalau rumah itu roboh. Lihat dulu dengan pondasi apa dan bagaimana kita membangun rumah.

Dalam hidup perkawinan dan keluarga, kita kadang mudah sekali menuding pihak ketiga sebagai penyebab retak-gaduh-hancurnya perkawinan. Pihak ketiga itu biasanya adalah faktor dari luar seperti orang tua/mertua, ekonomi, kesehatan, bisnis, anak, nasib, dlll. Kita lupa melihat apakah kita sudah sungguh membangun hidup perkawinan kita berpondasi pada Sabda Tuhan (rencanana Tuhan). Kita menikah di gereja tetapi rencana Tuhan atas perkawinan itu tidak menjadi fokus dalam hidup kita. Kursus Persiapan kita ikuti setengah hati; undangan pendalaman perkawinan kita kalahkan juga dengan kesibukan. Kita merasa bahwa itu tidak penting dan kadang merasa sudah cukup tahu.

Hal yang sama juga berlaku untuk hidup imamat dan religius. Karena fundamen kita tidak kokoh karena kurang mendengarkan atau kurang praktek, kita juga dapat menuding orang lain sebagai penyebab ketidaknyamanan kita dalam hidup berkomunitas dan dalam melaksanakan pelayanan kita.

Semoga Sabda Tuhan yang hari ini kita dengarkan menggugah kita untuk mempersiapkan dan menata dengan lebih panggilan hidup kita masing-masing. Bagi yang sudah menikah, kita dapat mengikuti katekse perkawinan atau retret atau weekend perkawinan. Bagi kita religius dan imam, kita dapat dengan rutin meningkatkan doa dan pengolahan hidup kita dengan program binalanjut dan retret-retret lain. Membangun rumah yang kokoh tidak cukup hanya jadi dan berhenti. Rumah perlu dibenahi dan diupgrade, karena kita tidak tahu hujan, banjir dan angin seperti apa yang akan menerpa hidup panggilan kita.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana Tuhan Yesus menekankan pentingnya mendengarkan dan juga melaksanakan SabdaNya kepada para pendengarNya.

Refleksi

Apa hujan, angin dan banjir yang menerjang hidupku?  Bagaimana aku menghadapinya? Apakah fundamen hidupku sudah kokoh?

Doa

Ya Bapa, semoga aku semakin tekun menjadi pendengar dan pelaksana Sabda  serta terus mendadani hidupku untuk semakin kokoh berdiri berpondasi pada SabdaMu.

Perutusan

Jangan salahkan orang lain, lembaga atau situasi atas apa yang anda alami; fokuslah pada membangun yang kokoh dalam hidup panggilan anda.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here