Lentera Keluarga – Datanglah kepadaKu

0
221 views

Tahun C-1 Adven II
Rabu, 12 Desember 2018.
Bacaan: Yes 40:25-31; Mzm 103:1-4.8-10; Mat 11:28-30

Renungan

ADA banyak alasan mengapa orang mengalami letih lesu dan dan berbeban berat. Letih lesu itu menyangkut daya tahan  fisik dan mental. Sementara beban berat adalah hal yang mesti kita bawa. Jika kondisi letih lesu maka beban itu akan terasa semakin berat. Tuhan Yesus mengritik cara hidup agama yang membebani orang, bukan justru membantu orang untuk beiman. Kebaikan hidup beriman diukur berdasarkan pelaksanaan aturan dan larangan serta aneka upacara yang begitu banyak. Sementara hal yang pokok yaitu pengalaman akan Allah yang mengashi semakin kabur. Di tengah situasi seperti ini, Tuhan Yesus datang memberikan kesegaran, cara hidup beragama yang ringan, mengembirakan dan membebaskan.

Hidup beriman kita dan hidup menggereja kita bisa juga menjadi beban bagi kita. Kadang hidup dan pekerjaan kita tidak “matching” dan tidak terangkul dengan jadual, aturan-aturan,  acara, kegiatan, ataupu  tuntutan-tuntutan kehidupan menggereja. Ketika kita tidak mampu mengikutinya, kita dianggap tidak mau terlibat, tidak taat  atau tidak mampu memberi prioritas. Beberapa dari kita juga secara hidup harian terbebani dengan kebutuhan ekonomi dan harus hemat; sementara itu keterlibatan kita di gereja mengudang kita untuk untuk “keluar duit” untuk aneka kegiatan.  DI satu sisi banyak umat tertuntut dalam hidup dan pekerjaan sehari-hari; di lain sisi, tuntutan beriman dan hidup menggereja juga tidaklah sedikit.  Belajar dari pengalaman Yesus, mari kita jadikan Gereja kita sebagai tempat dimana orang menemukan kelegaan, kesegaran, pembebasan dan keletihan hidup sehari-hari. Membangun sebuah cara hidup menjemaat yang memahami situasi dan kondisi setiap pribadi; yang mampu memberikan jawaban dan dukungan konkret bagi kesukaran sehari-hari. Hanya cukup diperlukan kaki untuk mendekati, telinga untuk mendengarkan dan hati untuk memahami kehidupan dan situasi umat yang konkret. Biarkah sabda Tuhan itu juga menjadi perkataan gereja kita “datanglah kepadaku kalian semua yang letih lesu dan berbedan berat”.

Kontemplasi

Gambarkan dampak perkataan Tuhan Yesus itu bagi para pendengarNya.

Refleksi

Apakah aku menemukan kebebasan, kesegaran, sukacita dan semangat hidup ketika dengan beban dan keletihanku aku datang kepada Yesus dan gerejaNya?

Doa

Ya Bapa, semoga kami, gerejaMu menjadi tempat dimana mereka yang letih lesu dan berbeban berat menemukan kesegaran, semangat hidup, kegembiraan dan sukacita. Amin

Perutusan

Dekati, sapa, dengarkan dan bantulah saudara-saudara kita terdekat untuk dapat menemukan semangat baru dan bangkit dalam memperjuangkan hidup sehari-hari.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here