Lentera Keluarga – I Am Not Alone

0
321 views

Tahun C-1. Rabu Prapaska IV

Rabu, 3 April 2019. 

Bacaan: Yes 49:8-15; Mzm 145:8-9.13cd-14.17-18; Yoh 5:17-30. 

Renungan: 

SION berkata : “Tuhan telah meninggalkan aku, dan Tuhanku telah melupakan aku.” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya….sekalipun dia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau, “ demikian Tuhan mengungkapkan kasihNya kepada Israel.  Penyertaan Tuhan itu setia dan tidak berubah kasihNya oleh pelanggaran kita.

Situasi hidup yang tidak nyaman kadang membuat kita dengan segera memvonis orang lain dan memvonis Tuhan. Dalam komunitas kita merasa “ditinggalkan” ketika tidak dilibatkan seperti dulu lagi, atau diletakkan diposisi yang kita harapkan. Kita merasa ditinggalkan ketika kita tidak mendapat berita, dikontak, diajak berbicara oleh rekan kita atau pemimpin sementara kita mempunyai banyak kesempatan untuk memberi berita, menelpon atau mengajak berbicara.  Di dalam hidup beriman, kita juga kadang “ngambeg” dalam iman karena kita mengira Tuhan meninggalkan kita. 

Pepatah mengatakan “ God is closer that you think” (Allah itu lebih dekat dari apa yang dapat kita pikirkan). Justru ketika mata kita gelap, telinga kita tuli, kepala kita tertunduk, dan kita tidak mampu melangkah serta merasa sendirian, Ia membopong kita dan menempatkan kita di tempat yang aman dan merawat kita. Sikap ini juga harus menjadi sikap kita terhadap saudara-saudara kita. Jangan sekali-kali kita meninggalkan dan melupakan anggota keluarga kita dan menyangka bahwa mereka baik-baik saja. Sapaan sederhana ditambah dengan waktu yang cukup untuk berdialog menjadi kesempatan baik bagi kita untuk membantu meringankan perasaan ditinggalkan dan dilupakan. Tetapi supaya kita jangan sampai merasa ditinggalkan dan dilupakan, sapalah setiap saudara anda terlebih dahulu. 

Kontemplasi:

Renungkanlah kasih dan setia Tuhan yang tidak akan meninggalkan dan melupakan. 

Refleksi:

Apakah aku merasa ditinggalkan dan dilupakan oleh orang-orang di sekitarku? Apakah aku berani membuka diri menyapa terlebih dahulu?

Doa:

Ya Bapa, aku percaya bahwa Engkau adalah Allah yang setia dan lebih dekat justru ketika aku tidak mampu menangkap kehadiranMu. Amin. 

Perutusan:

Sapalah saudara-saudara anda. Jangan tinggalkan dan lupakan mereka dalam hidup anda. Bawalah mereka dalam doa-doa anda.  

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here