Lentera Keluarga – Jangan Ada Perkelahian

0
193 views

Tahun C-1. Pekan Biasa XII 

Selasa, 25 Juni 2019. 

Bacaan: Kej 13:2.5-18; Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5; Mat 7:6.12-14. 

Renungan:

ABRAHAM dan Lot adalah paman dan kemenakan. Mereka sama-sama  kaya. Walaupun para gembala mereka berkelahi masalah lahan penggembalaan, tetapi mereka berdua semakin pemimpin berembuk bersama untuk menentukan pembagian tanggungjawab dan lahan ternak. Sangat bijak kata-kata Abraham “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, antara para gembalaku dan gembalamu karena kita ini kerabat..” Abraham dengan bijak pula memberikan pedoman dan pilihan pertama kepada Lot.

Konflik perkerjaan antar saudara / orang tua-anak dalam satu usaha ayng sama atau  satu jenis bidang usaha kadang berkembang menjadi konflik dan perpisahan relasi keluarga yang berkepanjangan. Konflik dan pertentangan lebih beresiko terjadi jika usaha itu dikelola oleh sebuah keluarga besar secara bersama karena warisisan dari leluhur mereka. Persoalan dimulai dari hal yang sederhana: berebut klien, memenangkan harga, memberi cap buruk kepada yang lain, menyingkirkan anggota keluarga tidak sejalan, ketidakadilan dalam tanggungjawab, penggajian yang tidak menentu, ketidakjelasan laporan perkerjaan dan keuangan dll. Dalam situasi itu diperlukan pribadi-pribadi pemimpin seperti Abraham dan Lot, yang berkepala dingin, bersedia saling mendengarkan, mencari solusi yang terbaik untuk kepentingan bersama. Kekayaan jika hilang lebih mudah dicari, tetapi persaudaraan jika hilang lebih sulit untuk ditemukan kembali. 

Kontemplasi:

Gambarkan kebijaksanaan Abraham menghadapi persoalan yang terjadi antara gembalanya dan gembala Lot. 

Refleksi:

Apakah aku menyelesaikan persoalan-persoalan usaha dalam keluarga besarku?

Doa:

Ya Bapa, semoga persudaraan senantiasa menjadi tiang utama bagi kami untuk mencari pemecahan dalam setiap konflik, terutama menyangkut usaha bersama. Amin.

Perutusan:

Selesaikanlah persoalan konflik dalam bisnis keluarga dengan tetap menjunjung tingggi artinya persaudaraan dan keluarga. Kekayaan jika hilang lebih mudah dicari, tetapi persaudaraan jika hilang lebih sulit untuk ditemukan kembali. 

(Morist MSF –  www.misafajava.org)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here