Lentera Keluarga – Kamis, 21.12.17: Kegirangan Iman

0
311 views
Maria dan Elisabeth dalam sebuah hiasan kaca. (Ist)

Bacaan: Kid 2:8-14; Mzm 33:2-3.11-12.20-21; Luk 1:39-45

Renungan

Setelah mendapatkan berita tentang Elisabeth, Maria bergegas ke sebuah kota di wilayah Yehuda. Dari perjumpaan inilah muncul doa doa yang kemudian kita kenal: Salam Maria dan Maginificat (Pujian Maria).

Kunjungan ini tentunya tidak hanya terjadi sekali dua kali dalam hidup mereka. Dapat kita duga bahwa relasi mereka dekat satu sama lain.  Namun dalam kunjungan kali ini ada sesuatu yang berbeda dari biasanya.

  • Yang pertama, Elisabeth mengenal Maria bukan hanya sebagai saudaranya, tetapi memandangnya sebagai: Ibu Tuhanku.
  • Dan yang kedua, bahwa kehadiran Tuhan itu membawa sukacita bagi seorang anak yang ada di dalam kandungan.

Kedatangan Tuhan dalam masa ini adalah sebuah kegembiraan bagi kita. Kisah menjelang Natal memang diwarnai pergumulan iman dari orang-orang pilihan Allah (Yusuf, Maria, Zakaria dan Elizabeth).

Namun pergumulan itu tidak didominasi oleh ketakutan atau pun penderitaan, tetapi oleh sukacita iman besar. Mereka mensyukuri pilihan Allah bahwa mereka boleh ikut ambil bagian menjadi orang-orang kunci dalam rencana keselamatan Allah yang sudah direncanakan dari abad ke abad.

Masa Adven hendaknya membawa kita dan keluarga kita lahir secara baru di dalam sukacita. Tuhan, yang mengubah rencana-rencana hidup kita, berkenan memilih dan melakukan perbuatan-perbuatan besar melalui kita.

Sukacita iman atas pilihan Tuhan itulah yang dapat kita bagikan kepada saudara-saudara kita. Kesaksian hidup iman itu akan menguatkan satu sama lain.

Adven perlu diisi dengan kesaksian-kesaksian iman dimana Tuhan membuyarkan impian hidup kita (dan bahkan menghancurkan impian hidup kita) dengan rencana-Nya. Tetapi dengan cara itu, Tuhan mengubah dan melahirkan kita jadi baru.

Kesaksian-kesaksian iman ini akan membantu saudara-saudari kita, dan terutama anggota keluarga kita untuk mengalami peneguhan dan sukacita iman.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana perjumpaan dua pribadi kudus membawa sukacita besar dalam hidup mereka.

Refleksi

Dalam hal apa, aku mengalami dilahirkan Tuhan  melalui penundukan rencana-rencana hidupku?  Bagaimana kemudian aku melihat dan menerima rencana Allah itu dengan sukacita? Apa dampak yang dirasakan oleh orang lain ketika aku membagikan kesaksian sukacita imanku itu?

 

Doa

Ya Bapa, semoga hatiku dan seluruh keluargaku mengalami sukacita dan kegembiraan iman karena kalahiran PuteraMu yang juga telah melahirkan kami secara baru. Amin.

Perutusan

Berbagilah sukacita iman ketika Allah memilih anda, mengubah rencana anda dan berkenan memakai anda untuk masuk dalam rencanaNya (Morist MSF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here