Lentera Keluarga – Kuasa Pemulihan

0
210 views

Tahun C-1. Pekan Biasa XXIX.
Selasa, 22 Oktober 2019. 
Bacaan: Rom 5:12.15b.17-19.20b-21; Mzm 40:7-8a.8b-9.10.17; Luk 12:35-38. 

Renungan:

PAULUS mengungkapkan “kehebatan kasih Allah dalam Kristus dengan” dengan frase indah ini “Jika karena pelanggaran satu orang semua orang jatuh ke dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia dan anugerah Allah..lantaran satu orang, Yesus Kristus”.

Benar, bahwa merusak, menghancurkan, dan membinasakan itu lebih mudah dan cepat daripada membetulkan, menyusun kembali ataupun menghidupkan. Berbuat buruk itu juga mudah dan cepat tetapi belajar hidup baik itu harus dengan perjuangan dan perlu waktu. Maka orang-orang yang mampu untuk membetulkan, menyusun kembali dan menghidupan pasti jauh lebih luar biasa daripada yang merusak; karena ia pasti lebih tahu detail-detailnya dan apa yang diperlukan. Maka tidak mengherankan, bahwa setiap orang bisa untuk jatuh ke dalam dosa dan menjalarkan dosa, tetapi hanya satu orang yang luar biasa yang bisa memulihkan kembali yaitu Yesus Kristus. 

Kita sebagai orang kristen bersyukur boleh mengalami kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus. Dalam Dia ada pemulihan hidup. Hidup tidak berhenti pada kerusakan, kehancuran dan kematian tetapi kepada kemuliaan anak-anak Allah.

Dalam hidup sehari-hari, betapa mudahnya kita jatuh karena kilaf atau mengikuti dorongan sesaat, reputasi dan nama baik yang kita bagun hilang dalam sesaat. Betapa kita tidak mudah bangkit. Betapa mudahnya kita membuat kata-kata kasar kepada pasangan atau anggota keluarga kita karena dorongan emosional, dan betapa tidak mudahnya kita mengobati hati yang terluka.

Tetapi kembali, bagi orang beriman, di dalam Yesus Kristus, kasih Allah itu lebih kuat dari dosa dan kelemahan kita. Pemulihan hidup kita, hidup keluarga kita dan kondisi keluarga kita dapat kita alami ketika kita mempunyai iman. Kalkulasi manusiawi mengatakan “tidak mungkin” tetapi kalkulasi Allah “semuanya mungkin”. Iman ini harus disertai dengan ketekunan dan kesungguhan untuk ditata, dibetulkan dan dibangkitkan oleh Allah. 

Kontemplasi:

Gambarkan bagaimana Paulus memandang Yesus Kristus sebagai kasih karunia Allah yang luar biasa.

Refleksi:

Apakah aku percaya bahwa dalam Yesus Kristus ada pemulihan hidup dari dosa dan kelemahan? Apakah aku dengan tekun  dan sungguh-sungguh bekerjasama dengan rahmat Allah yang mendandani hidupku?

Doa: 

Ya Bapa, aku percaya dan menyediakan diri kepada  kuasa Kristus memulihkanku dari dosa dan keterpurukan. 

Perutusan:

Percayalah pada kuasa Allah yang memulihkan hidup anda dari dosa dan keterpurukan. 

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here