Lentera Keluarga – Menerima Yang Tertolak

0
335 views

Tahun C-1. Kamis Minggu Paska III

Kamis, 9 Mei 2019. 

Bacaan: Kis 8:26-40; Mzm 66:8-9.16-17.20; Yoh 6:44-51. 

Renungan:

PEMBAPTISAN sida-sida Ethiopia oleh Filipus itu unik. Sida-sida Ratu ini biasanya adalah  orang yang dikastrasi/dikebiri. Digambarkan bahwa “Ia pulang dari Yerusalem untuk beribadah”. Orang asing yang mau menjadi orang yahudi (proselit) harus disunat. Tradisi Yahudi dalam Ul 23:1 menolak orang dikebiri masuk dalam perkumpulan; bahkan Im 21:17-21 mengatakan bahwa imam melarang orang yang dikebiri untuk mempersembahkan korban. Maka dapat diduga bahwa sida-sida ini adalah orang yang “takut akan Allah” dan “tidak disunat”. Ia belajar sendiri. Ia tertolak karena tidak dapat memenuhi kriteria menjadi proselit Yahudi. 

Karena dorongan Roh Kudus, Filipus mendatangi, menjelaskan isi Kitab Suci dan membaptisnya. Dengan demikian, sida-sida ini diterima menjadi kristen dan tergabung dalam komunitas umat beriman. 

Gereja kita tidak terdiri dari orang-orang yang telah sempurna, tetapi dari kita yang berjalan menuju kesempurnaan. Gereja menerima, merangkul dan menjadikan satu siapapun untuk masuk ke dalamnya. Tidak ada satu orangpun yang datang kepada Tuhan itu ditolak. Gereja memerlukan pribadi-pribadi yang bijak seperti Filipus, seorang pendamping iman yang dipimpin oleh Roh Kudus untuk mengantar “simpatisan” untuk semakin mengenal Tuhan sampai saatnya nanti dibaptis. 

Kontemplasi:

Gambarkan bagaimana pengalaman sukacita sida-sida Ethiopia karena boleh dibaptis dan disatukan menjadi anggota komunitas beriman secara penuh. 

Refleksi:

Bagaimana sikapku terhadap anggota gereja yang hidup secara tidak sempurna atau mereka yang terhalang untuk menerima sakramen ekaristi dan tobat? Apakah aku menerima atau menyisihkan hidup mereka? 

Doa

Ya Bapa, semoga tanganku senantiasa terbuka untuk menerima, merangkul dan menyatukan saudara-saudara yang rindu untuk bersatu dalam hidup menggereja. 

Perutusan:

Dampingilah dengan tekun para simpatisan untuk semakin mengenal iman kristen dan mengatar mereka kepada pembaptisan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here