Lentera Keluarga – Menyimpan Harta

0
174 views

Tahun C-1. Pekan Biasa XXIX.
Senin, 21 Oktober 2019.
Bacaan: Rom 4:20-25; Luk 12:13-21.  

Renungan:

PERUMPAAN yang diberikan Tuhan mengenai orang yang menyimpan harta sebanyak-banyaknya dan menikmatinya mengajarkan kepada para pendengarnya akan arti dan manfaat harta.

Pertama, harta tidak dapat menjamin kehidupan abadi kita; kemampuan kita mengelola harta itu terbatas; warisan yang kita berikan sebanyak apapun kepada keturunan kita tidak menjamin bahwa harta itu tidak akan habis. Kedua, adalah bahwa harta bukan untuk dinikmati sendiri tetapi harta kita juga berkat bagi orang lain. Yang salah tidak mencari dan mengumpulkan harta tetapi untuk apanya.

Kita sebagai orang tua tidaklah mempunyai keinginan untuk menumpuk harta untuk diri sendiri. Kita mengumpulkan harta untuk anak-anak kita atau anggota keluarga kita agar hidup dan masa depan mereka terjamin.  Kadang dalam dalam bayang-bayang rasa khawatir akan masa depan mereka, kita bekerja keras menyiapkan warisan kepada anak-anak dan mem “push” mereka untuk siap mandiri. Kecemasan kita semakin tinggi, ketika kita sendiri masih meninggalkan beban hutang dan persoalan bisnis kepada anak-anak yang tidak paham apapun tentang pekerjaan kita. 

Kita perlu memberikan warisan yang terbaik untuk mereka dan warisan itu bukan hanya soal kekayaan-aset tetapi juga warisan “iman” yang menjamin hidup mereka. Benar, bahwa warisan “iman” itu pokok, tetapi anak-anak juga memerlukan warisan jasmani untuk modal hidup mereka. Namun itu tidak berarti bahwa kita mengejar harta sampai melupakan kehidupan iman kita. 

Kontemplasi:

Gambarkan makna mengumpulkan harta yang mau diajarkan Tuhan Yesus melalui Injil hari ini. 

Refleksi:

Apakah aku mencari dan mengumpulkan harta dengan tetap fokus pada mencari kekayaan hidup abadi? 

Harta apa yang akan kuwariskan kepada anak-anakku? 

Doa: 

Ya Bapa, Engkau harta dan jaminan hidup sejati. Segala milik dan harta yang kami miliki dan warisi kami gunakan untuk kemuliaan namaMu  kebaikan keluarga kami dan banyak orang. 

Perutusan:

Wariskanlah hidup abadi dan duniawi yang baik kepada anak-anak anda. 

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here