Lentera Keluarga – Pengampunan Allah

0
414 views

Jumat, 9 Maret 2018.
Bacaan: Hos 14:2-10; Mzm 81:6c-8a.8b-9.10-11b.14.17; Mrk 12:28b-34

Renungan

HOSEA menggambarkan bagaimana Allah dengan segera menerima pertobatan setiap orang tanpa ada aneka catatan dan syarat. Allah segera memberikan pengampunan dan berkatNya tanpa menunda-nunda : “Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan; Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela sebab murkaKu telah surut dari pada mereka”.

Sikap Allah ini hendaknya menjadi dorongan bagi kita untuk segera dan tidak berlambat-lambat dalam bertobat. Allah tidak menghukum kita atas pelanggaran yang telah kita perbuat. Ia tidak menuntut kita aneka syarat supaya kita diampuni atau menunda-nunda untuk mengampuni kita.  Tidak ada yang perlu kita takutkan untuk datang kepada imam mengakukan segala dosa dan kelemahan kita terutama di masa yang berahmat ini. Melalui imamNya, Tuhan akan mengampuni kita dan tidak akan mempermalukan kita atas dosa-dosa kita.

Demikian juga hendaknya kita juga mengenakan sikap Allah ini terhadap saudara-saudari kita yang meminta ampun kepada kita. Pengalaman sakit hati dan terluka kadang menghambat kita untuk segera mengampuni dan membangun rekonsiliasi. Pengalaman sakit hati dan terluka pula yang membuat kita memberikan aneka syarat dan menunda-nunda untuk memberikan pengampunan. Ataupun kalaupun pengampunan itu kita berikan, pengampunan itu tidak disertai dengan pemulihan relasi. Kita perlu datang kepada Tuhan untuk menimba semangat keharimanNya, supaya kita mampu untuk melepaskan diri dari pengalaman terluka dan maju dalam cinta kasih.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana sikap Allah terhadap pertobatan orang berdosa.

Refleksi

Apakah aku dengan berani dan rendah hati datang kepada Tuhan untuk memohon pengampunanNya melalui sakramen rekonsiliasi?

Apakah aku juga mengenakan kerahiman Allah yang dengan segera dan tanpa syarat menerima pertobatan orang yang bersalah kepadaku?

Doa

Ya Bapa, aku datang kepadaMu mengakukan segala kesalahan dan dosaku. Limpahkanlah kerahimanMu dan pulihkanlah hidupKu di dalam rahmatMu. Amin.

Perutusan

Terimalah sakramen pertobatan dan belajarlah mengampuni sebagaimana Allah mengampunimu.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here