Lentera Keluarga – Pertobatan Mendalam

0
545 views

Tahun C-1. Minggu Biasa VII. Rabu Abu.
Rabu, 6 Maret 2019.
Bacaan: Yl 2:12-18; Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14-17; Mat 6:1-6.16-18.

Renungan:

KOYAKKANLAH hatimu dan jangan pakaianmu…” demikian nubuat Yoel. Frase ini mengungkapkan bahwa sebuah penyesalan dan pertobatan tidak cukup hanya nampak di permukaan, tetapi menyangkut pertobatan mendasar-mendalam.

Merubah perilaku dari mencuri menjadi tidak mencuri lagi, dari bersaksi dusta menjadi orang berbicara jujur, dari orang yang mendua hati menjadi setia pada pasangan, dari tidak pernah ke gereja menjadi ke gereja itu lebih mudah dibandingkan dari dari tinggi hati menjadi rendah hati, dari “sumbu pendek” menjadi penyabar, dari tidak benci menjadi pengampunan dan kasih.  Pertobatan yang mendalam, dari hati, akan dengan sendirinya mengubah pola perilaku.  Pertobatan mendalam itu mengantar kita pada kejernihan hati, perasaan dan pikiran kita.

Pertobatan mendalam ini diawali dengan sebuah kesadaran bahwa dosa kita itu menghancurkan diri kita, orang lain dan mempermalukan Allah yang mencintai kita. Pertobatan mendalam ini baru kita terima sebagai buah dari kasih Allah yang begitu baik, besar, dan luar biasa kepada kita yang tidak seimbang dengan apa yang telah kita berikan kepadaNya.

Pertobatan ini tidak dicapai dengan keberanian dan seringnya kita meminta maaf atau mengaku dosa, tetapi dengan keputusan sadar dan mendalam untuk memilih yang baik dan benar.  Mengulang-ulang kesalahan yang sama, di satu sisi menunjukkan aspek kelamahan kita, tetapi juga dapat menjadi tanda bahwa pertobatan kita belum sampai pada akarnya.

Kontemplasi

Renungkanlah seruan dan nubuat Yoel hari ini mengenai pertobatan.

Refleksi:

Bagaimana aku membangun sikap tobatku? Apakah aku dengan sadar jatuh pada dosa yang sama? Bagaimana aku membangun pertobatan yang mendalam?

Doa:

Ya Bapa, terima kasih atas masa Prapaskah yang memberi kami waktu dan kesempatan untuk membangun pertobatan yang mendalam. Amin.

Perutusan:

Ingatlah perbuatan baik dan kasih Allah yang dilakukan bagi hidup anda dan lihatlah bagaimana balasan anda terhadap kasih itu.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here