Lentera Keluarga – Selama Masih Ada Kesempatan

0
385 views

Tahun C-1. Minggu Prapaska III

Minggu, 24 Maret 2019. 

Bacaan: Kel 3:1-8a.13-15; 1Kor 10:1-6,10-12; Luk 13:1-9.

Renungan: 

KEBERADAAN pohon ara di kebun anggur  itu adalah sebuah keistimewaan. Terlebih lagi pohon ara ini sudah tiga tahun tidak mendatangkan buah dan itupun masih diberi kesempatan setahun lagi dengan perawatan khusus. Ini lebih dari sebuah keistimewaan. Kemurahan dan kesempatan untuk berbuah masih diberikan.

Beberapa orang kristen hidup percuma, mandul dan tidak berbuah; mungkin dikatakan numpang beriman.  Berlimpah pelayanan yang Tuhan berikan melalui gereja, namun banyak yang kita sia-siakan karena alasan kesibukan, kerja dll.  Beberapa suami/isteri telah membuang percuma kepercayaan, cinta kasih dan kebaikan serta pengorbanan pasangan dengan sikap egoisme, hidup seenaknya dan tidak bertanggungjawab.  Beberapa anak telah mengabaikan kepercayaan dan pengorbanan orang tua dengan melalaikan tanggungjawab studi, pergaulan yang tidak sehat dan cara hidup yang menjauh dari orang tua.  

Kita sebagai religius dan imam juga harus sadar bahwa apa yang kita miliki, hidup kita ditopang bahwa diistimewakan oleh kebaikan banyak umat yang memberi dalam kelebihan maupun kekurangannya. Kitapun kadang mengabaikannya dengan ketidaksungguhan kita dalam cara hidup dan pelayanan kita.  

Pesan Tuhan hari mengajak kita semua untuk tidak menyia-nyiakan kemurahan dan kebaikan yang diberikanNya melalui banyak orang supaya hidup kita bertumbuh dan berbuah. Marilah kita menggunakan keistimewaan itu untuk membuahkan kebaikan yang dapat dinikmati oleh banyak orang. Hidup itu tidak cukup untuk dinimati dan disyukuri tetapi harus membuahkan sesuatu; 

Kontemplasi:

Gambarkanlah bagaimana keistimewaan yang diberikan oleh Pemilik Kebun Anggur itu kepada pohon ara.

Refleksi:

Apakah kasih karunia, kemurahan dan kebaikan Allah yang diberikan oleh orang-orang di sekitarku sudah kugunakan sebesar-besarnya sebagai berkat bagi orang lain? Ataukah masiih kunikmati saja?

Doa:

Ya Bapa, terima kasih atas kemurahan dan kesempatan yang telah Kauberikan kepada kami. Semoga hidup kami semakin berbuah dan dapat dinikmati oleh semakin banyak orang. Amin. 

Perutusan:

Jangan sia-siakan kemurahan dan kesempatan yang diberikan Tuhan bagi anda untuk bertobat dan berbuat baik. 

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here