Lentera Keluarga – Teguh Dalam Iman

0
238 views

Sabtu,  20 Oktober 2018.
Bacaan: Ef 1:15-23; Mzm 8:2-3a.4-7; Luk 12:8-12.

RENUNGAN

TUHAN Yesus menyadarkan bahwa menjadi muridNya itu membawa orang pada sebuah tantangan dan pilihan : “Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, akan diakui pula oleh Anak Manusia di depan para malaikat Allah.

Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal pula di depan para malaikat Allah.”  Tuhan menuntut setiap orang yang menjadi muridNya mempunyai keteguhan iman. Keteguhan bukan untuk mengalami kesulitan dan penderitaan tetapi keteguhan untuk terus “fight” berani memberikan kesaksian iman.

Menjadi murid Yesus tidak boleh “nglokro” (kendor semangat) ketika mengalami tantangan dan kesulitan dalam hidup beriman, entah itu kesulitan mendirikan gereja, kesulitan beribadah, kesulitan mendapat akses keuangan, kesulitan dlm promosi pekerjaan dll. Kita juga tidak boleh diam saja (“nrima dan mengalah”) menerima hal yang tidak adil dan tidak benar. Tetapi kita harus dengan bijak membela diri dan  “fight” memperjuangkan iman kita. Semakin sulit situasinya, justru semakin berani kita “fight” dan memberi kesaksian. Kesaksian iman kita bukan nampak dalam sikap “nglokro” atau “nrima” saja tetapi keberanian dan kebijaksanaan kita untuk membela diri dan terus berani kesaksian iman yang tanpa takut.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana Tuhan Yesus mengobarkan semangat kemartiran bagi para muridNya.

Refleksi

Apakah aku menjadi murid Kristus yang berani “membela diri” dan “fight” memberikan kesaksian dalam situasi yang sulit?

Doa

Ya Bapa, semoga tantangan iman membuat kami tidak patah semangat dan lemah, tetapi justru semakin membangkitkan kami untuk terus berani bersaksi. Amin.

Perutusan 

Tunjukkanlah kesaksian iman itu dengan keberanian dan kebijaksanaan. Teguh dalam iman

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here