Loresa Goes to China Layani Keluarga Katolik Indonesia Beijing (KKIB)

0
189 views
Retret bersama Keluarga Katolik Indonesia Beijing (KKIB) China.

KELUARGA Katolik Indonesia Beijing  (KKIB) merupakan wadah keagamaan bagi orang-orang Indonesia yang tengah tinggal di Beijing, China.

KKIB kebanyakan beranggotakan para pelajar Indonesia yang tengah mengejar ilmu di China.

Memang beberapa di antaranya tengah mengadu nasib dengan bekerja keras di sana.  Wadah ini memberi ruang bagi mereka untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan senegaranya yang datang dari beragam kota di Indonesia.

Week-end Loresa bersama Keluarga Katolik Indonesia Beijing (KKIB) di Ibukota Tiongkok.

Bahkan wadah ini selain memberi perhatian rohani juga memupuk semangat kecintaan kepada negara dengan partisipasinya dalam kegiatan-kegiatan di kedutaan Besar RI di sana.

KKIB memiliki program retret tahunan. Untuk tahun 2018, KKIB mengundang Dehonian Youth Community atau Komunitas Kawula Dehonian untuk membagikan semangat rohani yang diwariskan oleh Pater Dehon, Pendiri kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ).

Jambi: School of Loresa (Love, Readiness, Sacrifice) Teruskan Warisan Pater Dehon

Penulis dan  Titus Wisnu Winarto datang untuk melayani kegiatan tersebut.  Pendalaman ini diformat dalam bentuk kegiatan penyegaran iman yang mana memadukan doa, sharing, refleksi, bernyanyi dan bermain.

Penulis memberi paparan dalam pertemuan dengan Keluarga Katolik Indonesia Beijing (KKIB) di China.

Kegiatan yang diberi nama “Weekend Loresa” berlangsung dari tanggal 11-13 Mei di Huairou, Beijing.

Loresa artinya love, readiness, sacrifice.

Kesan para peserta

Margaret Nesia, Ketua KKIB 2017/2018 mengucapkan, “Terima kasih kepada teman-teman yang telah sungguh berani membuat pilihan untuk bergabung dengan retret ini.”

29 peserta mengikuti acara ini.

Acara outdoor.

Elke Devinna selaku ketua panitia penyelenggara menjelaskan, “Kebetulan pada kesempatan ini terdapat banyak kegiatan dalam waktu yang berdekatan satu sama lain dari aneka kelompok sehingga mengakibatkan pesertanya terbatas.”

Pembahasan utama dalam penyegaran ialah memahami arti love, readiness dan sacrifice.  Pemahaman ini ditanamkan lewat proses permainan, lagu dan syering.

Sharon, seorang peserta menjelaskan, “Love, readiness dan sacrifice adalah nilai-nilai kristiani yang diwariskan oleh Yesus dan disebarkan oleh Pater Dehon untuk orang zaman now.”

Para peserta memiliki kesempatan untuk merumuskan pengalaman akan Loresa secara kreatif dalam video singkat dan majalah dinding.  Refleksi mereka atas proses cukup mendalam.

Kisah orang Samaria

Salah satu sesi ialah mendalami teks Kitab Suci melalui drama panorama atau bibliodrama.  Peserta mendalami kisah orang Samaria yang baik hati dengan memilih peran dan menghayatinya dalam kondisi dan konteks kejadian.

Stefanny mengungkapkan refleksinya atas kisah orang samaria, “Tuhan itu benar-benar hadir lewat sesama. Bisa dibayangkan ketika kita sedang mengalami kesusahan dan sekitar kita tidak peduli. Namun tiba-tiba ada orang asing yang menolong kita.”

Mencecap kekayaan spiritualitas Kristiani bersama KKIB di Ibukota Tiongkok.

Raymound salah satu peserta dari Yogyakarta mengatakan bahwa sudah lama ia tidak melakukan laku rohani seperti examen.  Kisah ini mengajaknya untuk menilik diri.  Syering mereka atas bacaan itu membantu mereka untuk mengenal bahwa kasih, kesiapsediaan dan kerelaan berkurban merupakan kesatuan.  Tiga hal ini dimiliki oleh orang Samaria yang baik hati tersebut.

Pada hari Minggu, acara memuncak dengan Perayaan Ekaristi.  Dalam kotbahnya, penulis berpesan agar para peserta mengenakan Loresa sebagai bekal perjalanan hidupnya supaya akhirnya bisa sampai pada puncak.  Ini seperti Yesus yang akhirnya sampai di puncak Kalvari, sukses melakukan perutusannya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here