Mati

0
119 views
Ilustrasi: Berdoa sesuai keyakinan agama. (Sr. Maria Seba SFIC)

YANG umumnya bisa mati adalah makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Ternyata, yang tidak bernyawa pun bisa mati. Misalnya, organisasi atau lembaga. Saat peranannya tidak lagi relevan, suatu lembaga bisa mati.

Agama pada umumnya tampak dalam suatu lembaga. Ketika misinya luhur-mulia dan benar, agama memiliki peranan positif amat besar. Penganutnya pun sangat banyak.

Mengapa? Karena orang melihat dan mengalami pengharapan. Agama dirasa memberikan hidup yang lebih baik, aman-tenteram dan sejahtera.

Selama agama berpegang pada misi awal yang mulia-bermartabat dan menerapkannya secara aktual serta bermakna positif bagi masyarakat, niscaya agama akan selalu diyakini.

Dengan demikian, agama itu tetap hidup.

Sebaliknya, jika agama mengkhianati misi dan tugas utamanya (membawa keselamatan) dengan menciptakan kegaduhan serta mengganggu kehidupan, cepat atau lambat agama itu akan ditinggalkan dan tamat.

Adalah tugas para pemimpin dan pemuka agama menjaganya dari semua penyalahgunaan sosial, politik, ekonomi dan kepentingan praktis-pragmatis lainnya.

Semua pemeluk agama pun mesti waspada terhadap segala manipulasi yang menunggangi agama.

Agama semestinya menjadi kekuatan moral yang menjaga dan membangun manusia dan masyarakat bermartabat.

Mengkhianati misi sejati agama yang bertujuan membawa manusia kepada hidup sejati dan abadi menjerumuskan agama ke liang kubur dan membuatnya mati.

Universitas Katolik Widya Karya Malang, 13 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here