Melihat Dengan Kasih

0
220 views
Ilustrasi: Diakon Matius menelungkup memohon doa sebelum berlangsung tahbisan diakonat. (Sabirin)

Yak 1:19-27 dan Mrk 8:22-26

FIRMAN Tuhan kepada kita mesti kita tanggapi dengan sebuah sikap iman, tidak berhenti pada kata-kata semata. Firman Allah itu mesti dibiarkan berkembang subur dan menggema dalam kehidupan.

Rasul St. Yakobus menegaskan, bahwa perlu membangun sikap menjadi pendengar yang baik: “Setiap orang hendaklah cepat intuk mendengar tapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.”

Bagi St. Yakobus, ibadah yang sejati dan tak tercela di hadapan Allah, Bapa adalah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga agar dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”

Injil mengisahkan tentang Yesus menyembuhkan seorang buta di Betsaida. Orang itu tidak serta merta menjadi sembuh. Ada proses. Orang yang dibaptis dan percaya kepada Kristus secara perlahan mengalami perkembangan dalam penglihatan, tetapi pasti memiliki kemungkinan untuk melihat dwngam lebih jelas.

Iman orang Kristen menghantar setiap pribadi untuk mengenal Yesus secara lebih dekat. Kalau kita mampu melihat segala sesuatu dengan kasih, hal yang kurang akan menjadi sempurna.

Tidak mudah seseorang dapat melihat dan memandang dengan kasih.

Kalau orang sanggup melihat sesuatu dengan kasih, maka kita juga akan sanggup melihat dan memperhatikan sesama yang menderita. Semoga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here