Memaknai Kisah Zakeus yang Ingin Bertemu Yesus (2)

1
3,284 views

Bacaan Injil beberapa hari lalu tentang Zakeus sangat menarik untuk dicermati bersama. Perjalanan Yesus sampai di kota Yerikho, sebuah kota kecil sebelum Yerusalem.

Biasanyanya orang-orang singgah dan bermalam di kota ini sebelum memasuki kota Yerusalem karena perjalanan sore atau malam hari sangatlah berbahaya. Ingat tentang kisah orang Samaria yang baik hati. Dituliskan dalam Kitab Suci bahwa perjalanan dari Yerikho ke Yerusalem berkelok-kelok, sepi dan berbahaya sehingga orang takut melintas apalagi di malam hari.

Zakeus nampaknya sangat penasaran terhadap Yesus yang tengah ramai dibicarakan kehebatannya (bisa menyembuhkan berbagai macam sakit penyakit bahkan membangkitkan orang mati) bahkan lebih dari itu keberanian Yesus berhadapan dengan para imam, ahli kitab dan orang-orang yang punya kedudukan keagamaan dalam hal ajaran iman yang diinterpretasikan secara keliru oleh mereka.

Penasaran Zakeus membuat dia berusaha untuk melihat wajah Yesus. Sayang sekali, badannya pendek, dan tidak berhasil menembus orang-orang yang berkerumun di sekitar jalanan dimana Yesus akan lewat. Tanpa rasa malu lagi dia memanjat pohon ara untuk melihat Yesus
yang akan melewati jalannan itu.

Begitu Yesus melewati pohon Ara dimana Zakeus ada, Yesus menyapa Zakeus dan mengatakan akan tinggal di rumahnya. Reaksi dari orang-orang yang ada bersungut-sungut, karena tahu siapa Zakeus, dia si pemungut cukai, pendosa, anteknya penjajah Roma.

Secara spontan Zakeus pun menyampaikan pernyataan konkretnya “setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat”

Kata Yesus, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamat yang hilang”.

Melihat Yesus
Kutipan dari Lukas 19 : 1 – 10 tentang upaya Zakeus yang ingin melihat Yesus dengan berlari mendahului orang banyak kemudian memanjat juga bisa direfleksikan lain lagi.

Ini sama dengan pengalaman saya untuk bisa “melihat” Yesus, atau lebih mendalam lagi mengalami Yesus. Berelasi dengan Yesus perlu sebuah “kata kerja” seperti yang dilakukan oleh Zakeus.

Kita tidak bisa berdiam diri saja, pasif. Kita perlu aktif dengan berdoa, pergi ke gereja atau pergi pendalaman iman di lingkungan, bahkan kita perlu berziarah meninggalkan kemapanan atau kehidupan yang hiruk pikuk ini sejenak (Zakeus memanjat pohon, meninggalkan tanah yang mapan tempat dia berpijak, memanjat pohon bisa dengan risiko dahan patah dan lain-lain).

Untuk “melihat” Yesus dengan lebih jelas, perlu posisi yang “lebih tinggi dari yang lain”. Apa yang dilakukan oleh teman-teman saya dengan melakukan perjalanan ziarah ke sendangsono dan mungkin ke tempat lain juga adalah contoh yang cukup ideal. Saya yakin bahwa Zakeus tidak berharap bahkan tidak menduga kalau Yesus akan menyapanya, apalagi kemudian mau menumpang di rumahnya. Ini kan suatu pengalaman sentuhan yang luar biasa.

Jarang sekali dalam perjalanan hidup, seseorang mengalami sentuhan pribadi seperti ini, contoh ideal ya seperti Paulus atau St. Ignatius sendiri. Contoh lain pasti ada juga. Sekiranya seseorang mengalami sapaan atau sentuhan pasti dia seperti menemukan Kerajaan Surga (yang adalah Yesus sendiri), pertobatan dahsyat pasti akan terjadi seperti yang terjadi pada Santo Paulus atau Ignatius.

Kalau dalam perjalanan ziarah kita bisa merasakan sentuhanNya secara mendalam melalui tempat-tempat yang kita kunjungi, mendalami ajaran dan kehidupan Tuhan Yesus sendiri melalui Kitab Suci, niscaya relasi kita dengan Tuhan akan makin mendalam.

Relasi yang bagaimana, salah satunya relasi seperti yang digambarkan dalam Yoh 21, ketika mendapatkan ikan yang begitu banyak, 153 ekor banyaknya. Murid yang dikasihiNya berseru, “Itu Tuhan”. Sementara murid-murid yang laina tidak mengenalNya, Petrus pun tidak. Jadi kita pun akan juga makin mudah untuk mengatakan pada setiap peristiwa rahmat dalam kehidupan sehari-hari, “Itu Tuhan”.

Fransiscus Asmi Arijanto, Tour Manager at Stella Kwarta Wisata

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here