Membaca

0
79 views
Membaca Koran

BUKU adalah jendela dunia. Membaca berarti berkelana, mengelilingi dunia. Masuk akal bahwa orang yang suka membaca umumnya mempunyai wawasan luas, cakrawalanya nyaris tak terbatas dan jarang yang terjebak dalam intoleransi dan eksklusivitas.

Ibuku yang sudah berusia lanjut (94 tahun) dahulu memiliki kebiasaan membaca. Dalam masa pensiun beliau membaca Kompas dan sumber informasi lain.

Sejak operasi kataraknya gagal lima tahun lalu, beliau tidak bisa membaca lagi. Menonton televisi pun mesti diakhiri. Namun semangatnya untuk memperkaya diri dengan pelbagai informasi tetap tinggi.

Bacaan tentang peristiwa sehari-hari dan bacaan rohani tetap dinikmati setiap hari. Renungan harian bercitarasa Katolik, Cafe Rohani, mengisi jiwa dan hati. Harian Kedaulatan Rakyat ditunggu kedatangannya dan tidak boleh terlambat.

Ibu memang tidak bisa membaca sendiri. Orang lain mesti membacanya secara keras di dekat telinga kanannya karena yang kiri tak lagi berfungsi.

Pagi ini aku berbahagia berkesempatan membacakan koran untuk beliau. Beritanya tentang delapan tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2017-2018.

Mendengar berita itu beliau bergumam: “Banyak orang ingin cepat menjadi kaya tanpa bekerja.”

Daya kritisnya masih seperti dulu.

Ironis, bahwa di tengah kemajuan dunia teknologi informasi ini budaya baca bangsa ini tergolong rendah sekali. Ibuku yang matanya tidak bisa membaca masih haus akan informasi, sementara yang memiliki fasilitas luar biasa malah malas membaca. Sebagai konsekuensi, sebagian orang berwawasan sempit, hidup dalam dunianya sendiri dan mudah terjebak oleh intoleransi.

Benar, buku adalah jendela dunia dan membaca berarti melanglang buana alias menjelajah dunia. Di penghujung tahun 2018 ini mungkin ada baiknya menanyai diri sendiri: berapa buku baru aku baca sepanjang tahun ini?

Jawabannya mencerminkan apakah aku adalah seorang yang suka membaca.

Romo Albertus Herwanta, O.Carm.
Lereng Merapi, 31 Desember 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here