Memiliki Hati yang Peduli

0
116 views
Addy Tritt by Good News Network

MEMILIKI hati yang peka terhadap orang lain yang sedang menderita merupakansuatu keutamaan yang mesti ditumbuhkembangkan terus-menerus.

Membeli sepatu dalam jumlah banyak, apalagi sampai memborong seluruh sepatu di sebuah took, tentu sudah dianggap tidak lazim oleh masyarakat umum. Bahkan hal seperti ini dianggap terlalu berlebihan.

Tetapi bagaimana, jika aksi memborong sepatu tersebut ternyata bukan untuk digunakan sendiri, melainkan untuk disumbangkan kepada orang lain?

Bencana banjir melanda wilayah Midwest, Amerika Serikat, di sepanjang aliran Sungai Missouri, pertengahan Maret lalu. Bencana ini merupakan salah satu banjir terparah dalam sejarah Amerika Serikat.

Banjir menggenangi setidaknya 38 titik, dengan sebagian besar di Nebraska dan Iowa. Banjir juga dilaporkan melanda negara bagian Wisconsin, Minnesota, dan South Dakota.

Seorang wanita di Amerika Serikat diketahui membeli seluruh sepatu yang dijual di sebuah toko yang akan tutup untuk kemudian disumbangkan kepada korban bencana.

Addy Tritt, wanita 25 tahun asal Hays, Kansas, membeli sebanyak 204 pasang sepatu yang dijual di toko Payless, yang sedang menggelar cuci gudang penutupan.

Jika dijumlahkan, harga seluruh sepatu itu mencapai sekitar 6.000 dollar AS (sekitar Rp 85 juta). Namun karena toko yang sedang menggelar penjualan sebelum tutup toko pada bulan Mei, Tritt berhasil bernegosiasi dengan pihak toko. Ia membeli seluruh sepatu itu seharga hanya 100 dollar (sekitar Rp 1,4 juta).

Tetapi hal itu tidak hanya lantaran Tritt yang mahir menawar harga, melainkan karena tujuannya. Ia ingin menyumbangkan seluruh sepatu itu untuk korban bencana banjir di Nebraska.

Bersama dengan perkumpulan mahasiswa pertanian, Sigma Alpha, perempuan yang belum lama lulus dari program master di Fort Hays State University itu, telah mengirimkan sepatu-sepatu itu untuk korban bencana banjir di Nebraska.

“Saya kerap berdonasi atau menjadi relawan. Saya berpikir itu merupakan salah satu bagian dari apa arti menjadi seorang manusia,” kata Tritt.

Dari hati yang tulus

Kepedulian terhadap sesama yang menderita mesti menjadi bagian dari hidup manusia. Namun kepedulian itu mesti datang dari hati yang tulus. Kepedulian yang tidak datang dari hati yang tulus hanyalah suatu keterpaksaan yang menyiksa. Tentu saja tidak ada orang yang mau menyiksa dirinya.

Kisah di atas memberi kita kekuatan untuk senantiasa mau berbagi hidup dengan orang yang mengalami penderitaan. Meski masih muda, Addy Tritt memiliki kepedulian terhadap sesamanya yang sedang dilanda bencana banjir. Melalui kemampuannya bernegosiasi, ia mampu mengumpulkan ratusan pasang sepatu bagi mereka yang membutuhkan.

Tentu kepedulian terhadap hidup sesama yang menderita mesti dipupuk terus-menerus.

Mengapa? Karena mereka yang sedang menderita adalah sesama kita. Mereka adalah bagian dari hidup kita. Ketika mereka menderita semestinya juga menjadi penderitaan kita.

Membantu mereka yang menderita berarti kita ingin mereka menjalani hidup ini secara normal dalam suasana bahagia.

Kita ingin agar dalam diri mereka yang menderita itu juga hadir Tuhan yang mahapengasih dan penyayang. Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk membahagiakan diri dan orang lain.

Tetap semangat, sahabat-sahabat. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here