Menanti Kerajaan Allah

0
75 views

Keb 7 : 22-8:1 dan Luk 17:20-25

Penulis Kitab Kebijaksanaan menulis dengan luar biasa tentang Kebijaksanaan Allah. Kebijaksanaan itu menghidupi dan membaharui segala sesuatu.

Kebijaksanaan itu lebih indah daripada matahari, karena siang terang akan berganti malam kelam, tapi kejahatan tak mampu mengalahkan Kebijaksanaan Allah.

Maka betapa bahagianya manusia yang bisa mengenal dan mengerti Kebijaksanaan Allah ini, karena dia akan dijadikan sahabat Allah.

Lukisan Kebijaksanaan Allah ini dipertegas Yesus dalam hal Kerajaan Allah. Bagi Yesus Kerajaan Allah itu ada di antara manusia, tetapi mamusia tidak mengenalnya, karena masing-masing sibuk dengan dirinya aendiri.

Allah yang meraja tampak dalam diri sesama, dalam setiap peristiwa hidup yang menentukan, dalam relasi kasih dengan sesama. Kerajaan Allah juga hadir tanpa sensasi dan hiruk pikuk.

Akhir-akhir ini muncul beberapa pandangan sesat tentang Kerajaan Allah dan surganya. Ada yang menyiapkan “kartu garansi” masuk surga dengan membayar sejumlah uang dan melakukan bom bunuh diri, karena akan memperoleh nirwana dengan bidadarinya.

Bagi kita orang Kristen, menghayati penderitaan Kristus dan ikut serta memanggul salib kehidupan bersama Dia dengan gembira hati, juga merupakan upaya kita untuk mengenal dan menantikan Kerajaan Allah yang dijanjikan Yesus Kristus sendiri.

Kerajaan Allah justru sering nampak dalam penderitaan, bila belas kasih dan kerahiman, kerelaan dan setia kawan dihayati dan diamalkan dalam hidup kita.

Allah itu kasih, maka kehadiran Kerajaan-Nya diliputi warna dasar kasih persaudaraan, damai sejahtera, kebaikan dan keadilan.

Setiap murid Yesus yang mengusahakan nilai-nilai ini, dia sedang menantikan langit dan bumi baru, Kerajaan Allah itu.

Bagaimana dengan kita?

Sudahkah kita menantikan kehadiran Kerajaan Allah dengan melakukan amal kasih?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here