Menghidupi Profesionalisme Diri

0
69 views
Ilustrasi - Kunci by Ist

MELAKUKAN tugas sesuai dengan profesi sering menjadi tantangan dalam dunia ini. Mengapa? Karena sering orang ingin melakukan sesuatu melampaui keahliannya. Banyak orang sering nimbrung pada sesuatu yang bukan berdasarkan keahlian mereka.

Ada seorang ahli kunci yang sangat termasyhur. Ia ingin mewariskan satu ilmu tertinggi dalam dunia perkuncian. Ahli kunci ini memiliki dua orang murid yang sama-sama pandai. Setelah beberapa tahun dididik, kedua orang murid itu sudah mahir dan menguasai semua teknik membuka segala jenis gembok.

Hanya saja, ilmu tertinggi itu harus diwariskan hanya kepada satu orang yang benar-benar memenuhi kriteria. Karena itu, untuk menentukan pewaris ilmunya, si ahli kunci tadi menggelar sebuah ujian yang diadakan pada waktu bersamaan. Disiapkan dua buah peti yang tergembok rapat. Di dalamnya diisi satu bungkusan barang berharga.

Kedua peti yang tergembok rapat itu lalu ditempatkan di dalam dua kamar yang bersebelahan.

Lalu murid pertama dan murid kedua disuruh masuk ke dalam kamar-kamar tadi secara bersamaan.

Ahli kunci itu berkata, “Tugas kalian adalah membuka gembok peti-peti di dalam kamar itu.”

Tidak lama kemudian, murid pertama keluar lebih dahulu. Ia tampak berhasil menyelesasikan tugasnya.

Sang ahli kunci langsung bertanya, “Apa isi peti itu?”

Murid pertama menjawab dengan percaya diri, “Di dalam peti itu terdapat sebuah bungkusan. Di dalam bungkusan itu ada sebuah permata yang berkilauan. Indah sekali!”

Ahli kunci itu tersenyum. Ia segera menoleh ke arah murid kedua yang baru saja keluar dari kamar. Ia bertanya, “Apa isi peti itu?”

Murid kedua itu menjawab dengan pelan, “Saya hanya membuka gembok peti itu. Lalu saya keluar. Saya tidak membuka petinya, apalagi melihat isinya.”

Sang ahli kunci itu tersenyum puas. Lantas ia berkata, “Baiklah. Berdasarkan hasil ujian tadi, murid kedua adalah pemenangnya. Kamu yang akan mewarisi ilmu tertinggi dalam dunia perkuncian yang aku miliki.”

Murid pertama melakukan protes, karena ia merasa keputusan gurunya itu tidak adil. Tetapi gurunya itu tidak menggubris.

Ahli kunci itu berkata, “Profesi kita adalah tukang kunci dan membuka gembok adalah tugas kita. Kita harus membantu orang membuka gembok yang kuncinya hilang atau rusak. Jika gembok sudah dibuka, tugas kita selesai.”

Setia pada tugas pengutusan

Seorang profesional di bidang apa pun mesti mampu melakukan tugas dan pekerjaan sesuai dengan lingkup profesionalismenya. Jika tidak mengerti fungsi dan tanggung jawab sebagai profesional dengan benar, orang akan mudah terperosok ke dalam kesalahan fatal.

Akibatnya, orang akan gagal dalam hidupnya. Orang tersebut tidak akan dipercaya lagi sebagai seorang profesional.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk tetap bertahan pada profesi yang kita miliki. Kita lakukan suatu pekerjaan sesuai dengan keahlian kita. Kita tidak melampaui wewenang kita sebagai profesional. Ketika kita mengerjakan apa yang semestinya kita lakukan, kita akan meraih hasil yang maksimal dalam hidup kita.

Mari kita tetap setia pada tugas-tugas yang mesti kita lakukan hari ini. Dengan demikian, hidup kita memiliki makna yang mendalam. Tetap semangat, sahabat-sahabat. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here