Mengimani Salib dalam Doa: Memikulnya dan Mengikuti Tuhan (2)

1
8,157 views

MARILAH kami belajar berani memikul salib dan mengikuti Yesus dalam doa. Karena, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku (Mrk 8: 34b).

Dalam doa kami bisa menyangkal diri dengan menolak segala bentuk cinta diri dan keterikatan pada amarah dan dendam. Kami dapat memikul salib kami sendiri bersama Yesus dengan:

1. Menghadapi kenyataan
Tuhan Yesus bantulah kami menghadapi salib kami ini dengan jujur tulus. Engkau benar-benar tulus polos dalam menghadapi salibMu. Kami mohon berilah kami kekuatan untuk melihat bilur-bilur kami dengan mata terbuka, tanpa menyangkal adanya hal-hal yang memedihkan dalam diri kami.

2. Menyelami dan menyadari rasa benci, dendam, dan amarah

Tuhan, bantulah kami mengenali segala amarah yang ada dalam diri kami terhadap situasi yang kami alami ini. Engkau tidak cemas akan kemarahanMu, bantulah kami mengenali dan merasakan dendam, benci dan amarah dalam diri kami. Penuhilah kami dengan kasihMu agar kami mampu dan bebas mengasihi. Singkirkanlah sikap dan keinginan membela diri yang penuh rasa benci dan dendam dari kami. Enyahkanlah sikap keras dari hati kami dan anugerahilah kami hati yang lemah lembut, hati yang penuh kasih seperti hatiMu.

3. Melawan godaan untuk mengadakan tawar menawar

Tuhan, Engkau menerima penderitaanMu tanpa sedikit pun berusaha mengubah sikap mereka yang menyebabkan Dikau menderita, tanpa mengajukan syarat-syarat atau menuntut agar segala sesuatunya berubah. Ajari dan bantulah kami menjadi seperti Dikau sendiri, menerima apa yang tidak mungkin kami ubah dan memikulnya sebagai salib dalam persatuan dengan Dikau.

4. Menyelami serta menyadari kemurungan dan kesedihan
Tuhan, karena kesedihanMu menjelang wafat Mu dalam sakratul maut di Taman Getsemani, sembuhkanlah kami dari kesedihan dan kemurungan. Bantulah kami mengenali segala bentuk ketakutan, kesedihan dalam diri kami. Penuhilah kami dengan kasihMu yang mengusir segala ketakutan, kesedihan dan kemurungan. Dan buatlah kami mampu untuk menerima diri sendiri apa adanya.

5. Menerima salib
Tuhan Yesus, kami menerima salib ini, dan bersama-sama dengan Dikau kami berseru, “Bapa, tiada yang mustahil bagiMu, jauhkanlah piala ini dari kami, namun janganlah kehendakku, melainkan kehendakMulah yang terjadi”. Tolonglah kami melihat kemungkinan-kemungkinan untuk bertumbuh dan berkembang melalui salib ini. Engkau yang meluruskan hati yang bengkok, tunjukkanlah kepada kami sisi positif dari salib ini. Kami menerimanya karena kami mengasihi Dikau, dalam persatuan dengan Dikau, dan dengan menerima kasihMu kepada kami.

Tuhan, supaya kami tidak hanya menerima salib ini, melainkan juga memuliakan Dikau karena segala sesuatu, termasuk hal-hal yang negatif dalam diri kami. Amin. (Bersambung)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here