Menilik Sejenak Kreativitas Suster-suster Carmelite Missionaries Kefamenanu, Timor Tengah Utara

0
450 views

“Beranikah Anda untuk tampil beda? Jadilah seorang Carmelite Misisonary”. Demikianlah sepenggal kalimat promosi yang tertera pada selembar brosur di Rumah Novisiat CM-Beato Fransiskus Palau-Neoflus, Tubuhue, Kefamenanu, Kab. TTU.

Ternyata kalimat ini bermakna sangat dalam karena ada banyak program

Hasil Kara tangan para suster
Hasil Kara tangan para suster

unggulan yang ditawarkan bagi para calon suster dalam masa-masa pembinaan, semisal : pendidikan kristiani, perawatan dan pelayanan medis, proyek sosial, pelayanan pastoral, pendidikan katekis, media komunikasi sosial, pelayanan kampus, mengasuh yatim piatu dan anak cacat, bimbingan & konseling, bina hidup rohani dan misi luar negeri.
Semua program itu akan dijabarkan secara lebih konkrit dalam masa-masa pembinaan. Seperti ditemui pada Rabu (9/11/2016), salah satu konkritisasi dari program unggulan dari tarekat yang berada di wilayah Paroki St. Yohanes Pemandu Naesleu ini adalah latihan musik bagi para suster novis.

“Latihan musik bagi para calon, adalah wajib hukumnya”. Demikian komentar Sr. Irene Beatrix Noni CM selaku salah satu formator di Novisiat CM Kefamenanu. “Di dalam masa novisiat ini, para suster novis akan kita gembleng dengan pendampingan yang serius baik dari segi rohani maupun dari segi jasmani. Secara rohani kami mempersiapkan mereka untuk selalu menimba kekuatan dari Tuhan melalui doa, meditasi dan kontemplasi serta ekaristi. Sedangkan secara jasmani, kami melatih mereka berbagai hal, seperti : memasak, kerja dan merawat taman atau kebun, making rosario, dan lain-lainnya, serta latihan musik seperti yang terjadi hari ini”, jelasnya.

Seorang novis mengungkapkan apresiasinya dengan sangat antusias dan penuh sukacita ketika dimintai komentarnya terkait proses pendampingan yang ia alami di Biara CM Kefamenanu ini. “Saya sangat senang berada di rumah ini. Semua proses yang saya alami di sini membuat saya semakin betah dan nyaman untuk mengikuti Tuhan”, ungkap Sr. Ria Betty nCM. “Saya secara khusus tertarik dengan latihan public speaking, misa bahasa Inggris dan latihan gitar seperti tadi”, tambahnya.

Tahap-tahap Pembentukan (Stages of Formation)

Sekadar untuk diketahui, Tarekat yang didirikan oleh Beato Francisco Palau Quer, OCD ini memiliki 4 tahapan formasi yakni: aspiran, postulan, novisiat dan yuniorat.
Aspiran : tujuan tahap ini adalah memberi waktu kepada calon dan tarekat untuk saling mengenal dan melihat realitas panggilan Tuhan dalam hidup calon.

Postulan : tujuan tahap ini adalah membantu calon untuk menyesuaikan diri dalam hidup membiara, baik secara psikologis maupun spiritual; mengenal secara dalam roh, hidup dan misi tarekat. Di saat yang sama, calon tersebut berkembang dalam kedewasaan manusiawi dan kristiani.

Novisiat : hidup membiara secara resmi dimulai dalam tahap ini selama 2 tahun. Tahun pertama adalah tahun kanonik. Calon tersebut tinggal di dalam rumah Novisiat saja. Tahun kedua adalah tahun non kanonik dimana calon diberi waktu untuk mengalami tugas kerasulan di luar rumah novisiat. Pada tahap inilah segala potensi diri dan kreativitas para calon bisa dieksplorasi dalam kerasulan.

Yuniorat : sesudah mengikrarkan kaul pertama, suster yunior memulai beberapa tahap ini yang berlanjut selama 6 sampai 7 tahun. Tujuannya adalah melengkapi pembentukan yang dimulai tahap novisiat dan memperdalam komitmennya pada hidup pengabdian sesuai dengan roh tarekat CM, dalam menyiapkan diri untuk pengabdian abadi, yaitu kaul kekal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here