Menjaring Generasi Millenial Jadi Religus, Ajak Mereka Tinggal dan Bergaul Akrab dengan Para Suster (2)

0
663 views
Mengajak OMK generasi millenial mengenal lebih dekat dan mengalami kerahaman para suster SFIC. (Sr.Maria Seba SFIC)

GENERASI muda millenial punya citarasa sendiri dalam menakar tata nilai kehidupan. Experience itu penting dan bermakna bagi mereka. “Berada-bersama-oranglain-di-sebuah-tempat” itu memorable moment bagi mereka.

Karena itu, Kongregasi Suster SFIC mencoba merengkuh pola pikir generasi muda millenial seperti itu dengan mengakomodasi keinginan itu melalui program live in dan gathering. Mengajak mereka datang dan tinggal bersama para suster SFIC di Postulat-Novisiat di Pontianak adalah solusinya.

Keramahan suster SFIC ditunjukkan oleh Sr.Anjelita SFIC saat menyambut OMK generasi millenial yang ingin mengenal lebih dekat SFIC.
Menyalami Sr. Edmunda SFIC, suster generasi pertama asal Pontianak yang “dibawa” ke Belanda untuk menjalani masa pendidikan awal postulat dan novisiatnya.
Mengalami enaknya es krim dalam suasana kebersamaan dengan para suster SFIC di Komunitas AR Hakim Pontianak.

Mengenal lebih dekat

Berikut ini adalah kisah lanjutannya. 

Setelah mengikuti program gathering bersama dengan tim animator panggilan dan Sr.Irene, Provinsial SFIC, di Wisma Immaculata, para simpatisan dan aspiran diajak live in ke rumah pendidikan awal yaitu Postulat-Novisiat.

Mengalami keramahan dan kehangatan persaudaraan para suster SFIC yang sudah sepuh menjadi hal menarik dan mengesankan bagi para OMK generasi millenial yang ingin mengenal lebih dekat Kongregasi SFIC.

Menurut Sr. Provinsial, tujuan program ini adalah untuk mengenalkan spiritualitas Kongregasi SFIC secara lebih dekat.

Menjaring Gadis Millenial Masuk Biara, 10 Remaja Diajak Gathering dan Live in di Postulat-Novisiat SFIC (1)

“Mereka sengaja diajak live in ke rumah pendidikan ini, supaya mereka bisa berkenalan, melihat, dan menyaksikan sendiri kegiatan apa saja yang ada di Postulat-Novisiat, karena di sinilah tempat pertama yang akan mereka tinggali, sebelum akhirya menjadi suster SFIC,” ungkap Sr. Irene, Provinsial Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia.

Mengajak OMK berdoa dan mencintai Bunda Maria Pelindung Kongregasi SFIC.

Ajang bertandang ke rumah pendidikan ini mendapat respon positif dan sambutan yang hangat dari Sr. Yulita Imelda SFIC, magistra Postulan-Novis.

Suster biarawati yang sejak tahun 2008 hingga sekarang masih tetap menjadi magistra (pembina novis) ini mengungkapkan rasa gembiranya, karena setiap tahun boleh dikunjungi oleh para simpatisan.

“Kunjungan para simpatisan SFIC ini memberi agin segar bagi kami yang tinggal di rumah pendidikan yang terkesan tertutup dari keramaian,” ungkapnya.

Mengalami apa yang dilakukan para postulan dan novis SFIC adalah salah prrogram pengenalan gathering dan live in ini.
Mengajari dan mengalami sendiri pengalaman bekerja dengan jarum dan benang.

Para simpatisan ini disambut dengan hangat. Mereka pun dijamu dengan aneka hidangan kue-kue dan minuman segar yang diolah sendiri para suster Postulan dan Novis.

Ke-10 simpatisan ini juga diajak berkeliling seluruh komplek Novisiat. Mereka menelusuri setiap lorong/ruangan seperti: kapel, ruang studi, refter, dapur, ruang rekreasi, kamar jahit dan kebun. Kesan manis pun datang bertubi-tubi baik dari pihak simpatisan maupun para suster novis.

Selain mengunjungi rumah pendidikan Postulat-Novisiat, para simpatisan ini juga diajak untuk berkunjung ke ‘Rumah Induk’ Provinsialat SFIC, komunitas suster-suster lansia di Susteran St. Antonius dan komunitas karya, susteran Jl. AR Hakim di belakang Katedral St. Yoseph Pontianak.

Berikut kami tampilkan cuplikan visualisi kegiatan seputar live in dan kunjungan para simpatisan ke komunitas suster SFIC yang ada di Pontianak.

Mengalami asyiknya merangkai rosario di Postulat-Novisiat SFIC.
Suster lansia dengan muka ceria dan mengaku senang dikunjungi para tunas muda calon SFIC.
Ceria bersama Sr. Maria SFIC.

 

Kredit foto: Sr. Maria Seba SFIC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here