Merayakan Sukacita Jadi Suster OSF selama 60, 50, 40, 25 Tahun di Gereja Gedangan Semarang

0
161 views
Para suster OSF jubilaris merayakan syukur atas hidup membiara selama 60, 50, 40, 25 tahun sebagai religius OSF Semarang bersama Uskup dan para imam. (Dok. OSF Semarang)

DI tengah derasnya arus konsumtif, budaya instan, dan keengganan berada dalam ketekunan, ternyata masih ada pribadi-pribadi yang mau setia pada komitmen yang telah diucapkan.

Mereka adalah 23 Suster OSF Semarang yang merayakan kesetiaan Tuhan yang telah menyertai perjalanan hidup membiara mereka selama 25, 40, 50 dan 60 tahun dalam Kongregasi Suster-Suster St. Fransiskus dari Tobat dan Cinta Kasih Kristiani (OSF Semarang).

Berkat rahmat kasih Tuhan dan dukungan dari berbagai pihak, pada hari Kamis, 2 Agustus 2018,  mereka merayakan syukur atas kesetiaan Tuhan dalam perjalanan 25th, 40th, 50th, dan 60th hidup bakti dalam Kongregasi Suster-Suster Santo Fransiskus dari Tobat dan Cinta Kasih Kristiani.

Uskup Agung KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko memyambut arak-arakan para suster OSF jubilaris memasuki gerbang Gereja St. Yusup Gedangan Semarang.

Mereka yang bersukacita merayakan ‘harijadi’nya  sebagai suster OSF selama kurun waktu tertentu adalah:

60 tahun

  • Sr. M. Cherubine Surip Salami OSF.
  • Sr. M. Christophore Siti Markamah OSF.
  • Sr. M. Gerardine Emiyatun OSF. 

50 tahun

  • Sr. M. Magdalis Ni Made Rabig OSF.
  • Sr. Deborah Lockwood OSF.

40 tahun

  • Sr. M. Johanni Sri Widari OSF.
  • Sr. M. Theresella Sumarniati OSF.
  • Sr. M. Beatrix Halim OSF.
  • Sr. M. Veronica Sumirah OSF.
  • Sr. M. Gerarda Ni Nyoman Sulistyawati OSF.
  • Sr. M. Damiana Martilah OSF.
  • Sr. M. Elisabeth Ruoh OSF.
  • Sr. M. Stephani Martilah OSF.
  • Sr. M. Francini Ni Made Erni Erawati OSF.
Suster Jenderal OSF Sister Deborah Lockwood bersama para jubilaris OSF yang merayakan 60 tahun menjalani hidup bakti sebagai suster religius OSF Semarang.
Suster Jenderal OSF potong tumpeng sekaligus merayakan 50 tahun hidup membiaranya sebagai suster religius OSF.
Suster Jenderal OSF Sister Deborah Lockwood bersama para jubilaris OSF yang merayakan 40 tahun menjalani hidup bakti sebagai suster religius OSF Semarang.
Bersama para suster OSF jubilaris 25 tahun hidup membiara.

25 tahun

  • Sr. M. Eveline Ma Tonda OSF.
  • Sr. M. Ancelma Sri Yuli Susiyanti OSF.
  • Sr. M. Corry Artuti OSF.
  • Sr. M. Margaretha Sri Anggraeni OSF.
  • Sr. M. Leona Dwi Astuti OSF.
  • Sr. M. Coleta Diah Adriyati OSF.
  • Sr. M. Carola Sugiyanti OSF.
  • Sr. M. Claudia Sundariyah OSF.
  • Sr. M. Yosi Suharmiyati OSF.
Para Jubilaris bersama Dewan Provinsi OSF Indonesia.

Bersama para imam dalam Perayaan Ekaristi

Rasa syukur ini dirayakan dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Yusup Paroki  Gedangan Semarang.  “Syukur atas Penyelenggaraan Tuhan dalam Hidup Bakti 25, 40, 50, 60 Tahun” dipilih menjadi tema dalam perayaan syukur ini.

Para suster jubilaris disuruh sharing oleh Bapak Uskup Agung KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam misa syukur merayakan pesta hidup bakti para suster OSF Semarang di Gereja St. Yusup Gedangan Semarang. (Dok. OSF Semarang/Sr. Lucia OSF)

Hadir dalam perayaan ini Bapak Kardinal Julius Damrmoatmaja SJ, Uskup Emeritus MGr. Julianus Sunarka SJ, Suster Jenderal dan Asisten Jenderal dari Roma, para suster dari berbagai komunitas, para imam, biarawan, dan biarawati dari saudara dan kenalan para pestawati yang selama ini mendukung hidup panggilan mereka.

Kami memulai hari pesta dengan misa khusus bersama  Bapak Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko didampingi saudara para suster jubilaris yakni:

  • Romo Yohanes Heru Hendarto SJ (keponakan Sr. Theresella).
  • Romo Agustinus Sugiyarto Pr (saudara kandung Sr. Carola).
  • Romo Y. Kristiyanto Pr (saudara kandung Sr. Stephani)
  • Romo Lasarus Subagi OFM (adik Sr. Veronika).
  • Romo YR. Edy Purwanto Pr (saudara kandung Sr. Yosi).
  • Romo Nyoman Suryono Pr (keponakan Sr. Francini).
Misa konselebrasi bersama Bapak Uskup Agung KAS dan para imam yang masih terhitung saudara kandung, keponakan para suster OSF jubilaris.

Seperti biasa, Bapak Uskup  KAS telah menyiapkan dengan baik apa yang akan dikotbahkan maupun apa yang akan ditanyakan kepada pestawati. Hal ini dapat kami lihat dari cara beliau menyapa para suster pestawati.

Sebelum homili, Bapak Uskup turun dari altar mendekati para jubilaris untuk ditanya pengalaman syukur apa yang telah para suster alami selama ini, dan kesulitan apa yang membuat suster tetap bertahan sampai saat ini. Bapak Uskup tahu betul apa yang akan diungkapkannya tentang  kerja keras para suster sepanjang hidup religius mereka dan bagaimana pengaruhnya terhadap orang lain.

 

Persembahan kasih dalam bentuk gelaran hiburan dari para suster Komunitas Bangkong dan Brayat.
Panggung naik pentas dan tarian penguin persembahan para suster jubilaris.
Para suster Komunitas Salatiga dan acara potong tumpeng bersama Sister Deborah Lockwood — Suster Jenderal Kongregasi OSF yang datang dari Roma.

Rombongan koor OSF Jabodetabek 

Perayaan Ekaristi menjadi meriah karena alunan suara para suster yang datang dari komunitas Jabobek (Jakarta, Bogor dan Bekasi) dengan sang organis Sr. Marcelline  OSF dan dirigen Sr. Clarentine OSF.

Mereka bernyanyi dengan lantang untuk menunjukkan bagaimana kami memaknai hari pesta mereka. Ini bahkan menambah semarak suasana pesta dan menjadi yang paling menarik di hari itu, karena Ibu Jenderal kami Sister Deborah Lockwood juga hadir baik sebagai pestawatiyang merayakan 50 tahun menjadi suster OSF.

Mewakili Pemimpin Jenderal, dalam sambutannya ia  menggunakan Bahasa Indonesia mengucapkan selamat kepada para suster pestawati dan berterimakasih atas segala usaha dan pengabdian mereka. Sungguh menjadi sesuatu pemberian seluruh diri bagi kongregasi selama 60, 50, 40 dan 25 tahun dan menyumbangkan segalanya demi Kerajaan Allah.

 

Sambutan dari Jenderal OSF dan Pemimpin OSF Provinsi Indonesia.

Sesudah Perayaan Ekaristi,  kami berkumpul di ruang Aula Susteran Gedangan untuk melanjutkan perayaan. Selama santap siang di aula kami dihibur oleh berbagai atraksi dari anak-anak SMA St. Maria Yogyakarta, guru-guru TK Kanak-Kanak Yesus  Semarang, dan koor dari para suster.

Pukul 17.30 diadakan Ibadat Syukur di Kapel Susteran Gedangan. Usai makan malam, kami menyaksikan berbagai acara yang dibawakan oleh para suster dari Komunitas Bekasi, Salatiga, Brayat Minulya, Candi, Bangkong.

Suasana Rekreasi malam hari sangat menyenangkan karena para suster jubilaris menari Pinguin, semua tertawa terbahak-bahak menikmatinya.

Ini menjadi penutup yang indah di hari pesta ini. Masing-masing ke peraduan dengan hati yang senang dan bahagia.

Proficiat dan semoga teladan kesetiaan para suster ini menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Ibadat pagi mengawali hari baru untuk berkarya demi Tuhan, Gereja dan Tarekat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here