Metamorfose Hendri Kuok: Bertobat karena Dominikan, Pastor Jesuit Jadi Pilihan Hidupnya (2)

0
2,918 views
Pastor Stefanus Hendrianto Kuok SJ bersama kolega 21 Imam Jesuit baru yang sama-sama menerima Sakramen Imamat,. (Ist)

SEKALI waktu, Hendri Kuok tengah mengikuti program bimbingan rohani di kampus di bawah naungan Newman Center. Saat itu pula, ia bertemu dan bergaul aktif dengan para pastor Dominikan (Ordo Predicatorum, OP).

Hendri mengakui bahwa pertobatan imannya itu terjadi karena “sentuhan kasih” Tuhan melalui karya pastoral para Pastor OP.

Meski demikian,di ujung peziarahan batinnya, ia akhirnya memilih masuk Ordo Serikat Jesus (Jesuit) untuk mengisi relung-relung hatinya dengan cita-cita mulia: menjadi imam.

Peziarahan hidup

Perjalanan mengisi hari-hari selanjutnya ke arah imamat sebagai calon Jesuit itu terjadi, sejak Hendri bertemu Pastor Robert Spitzer SJ.

Di tengah studi ketat untuk menyelesaikan program doktoralnya di Seattle, Hendri akhirnya memutuskan masuk Serikat Jesus dengan memulai perjalanan babak baru sebagai calon Jesuit di Novisiat SJ.

Sebagai novis itulah, ia dikirim oleh SJ untuk melakukan program probation dengan mengisi hari-harinya harus bekerja di kalangan orang-orang Eskimo Suku Yupik yang tinggal di kawasan Bethel di Alaska –negara bagian Amerika di belahan wilayah paling utara.

Kali lain waktu, Hendri juga dikasting harus membantu sebagai asisten untuk karya reksa pastoral di kalangan mahasiswa di Gonzaga University di Spokane, Washington.

Usai mengucapkan kaul pertamanya sebagai Jesuit di akhir masa pendidikannya sebagai Novis SJ, Hendri lalu dikirim ke Loyola University di Chicago untuk mulai belajar filsafat.

Pada hari-hari tertentu, Hendri lalu mengisi ruang hidupnya untuk misi pelayanan rohani dengan cara menjalani magang di sebuah rumah retret di Chicago.

Selama dua tahun, Hendri hadir sebagai tenaga dosen pengampu  ilmu hukum dan politik di Universitas Santa Clara, AS.

Selain itu, ia juga berkiprah sebagai pembimbing akademik untuk para mahasiwa.

Tahun-tahun berikutnya, ia mengajar di Notre Dame University. sembari berkarya merilis karya-karya ilmiah Kellog Institute for International Studies.

Di musim gugur tahun 2016, ia melanjutkan studi teologi di Boston College School of Theology and Ministry dan berhasil meraih dua gelar master di bidang teologi dan studi keilahian.

Sembari mengampu program bimbingan rohani untuk para ibu-ibu tuna wisma yang tengah hamil, Fr. Hendri Kuok ikut mengampu tugas pastoral di Massachussetts Correction Institution at Concord.

Setelah tahbisan diakonat, Romo Hendrianto SJ ditugaskan di St. Michael Parish di Bedford yang masuk wilayah SJ Provinsi USA West. (Berlanjut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here