Monitoring dan Evaluation Program di Tiga Paroki, Mgr. Benedictus E. Rolly Untu MSC Ajak Umat Buat Mukjizat

0
285 views
Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC memberi semangat para pengurus paroki, stasi, dan lainnya setia melaksanakan program MonEv demi menjaga kredibilitas dan tata kelola yang bersih dan transparan. (Varis Tinangon)

BERTEMPAT di GPI Waterpark, Paniki, Rabu (31/07/19) sejak pagi hingga sore, telah berlangsung program Monitoring dan Evaluasi (MonEv) untuk tiga Paroki.

Ketiga Paroki itu adalah Paroki St. Mikael Perkamil, Paroki Yesus Gembala Baik Paniki dan yang baru saja ditetapkan yaitu Paroki St. Veronika Kaiwatu.

Ketiga paroki ini menjadi paroki ke 47 yang dikunjungi Uskup Keuskupan Manado (KM) bersama Tim Monev. “Ini Paroki yang ke-45, 46, 47 yang kami kunjungi,” papar Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Komitmen Uskup Keuskupan Manado melaksanakan program MonEv.

Keuskupan Manado sendiri memiliki 70 Paroki dan satu kuasi-paroki

Hadir dalam kegiatan program MonEv ini adalah Pastor Benny Pangkey MSC selaku Vikep Kevikepan Manado. Juga tiga Pastor Paroki: Pastor Frediangko Samudia Pr untuk Paniki, Pastor Berce Rorimpandey Pr untuk Perkamil dan Pastor Fransiskus Mandagi MSC untuk Kaiwatu.

Semua ingin terlibat aktif

Hadir pula masing-masing pengurus mulai dari Wilayah Rohani, Stasi, Paroki sampai Kelompok Kategorial dari ketiga paroki.

Sementara dari Tim Monev Keuskupan selain Uskup, hadirlah Pastor Frangky Runtu Pr, Pastor Ebet Runtu Pr, Pastor Danny Surentu Pr, Pastor Yansen Dianomo Pr, Bpk. Pieter Chan, dan Tim Sekretariat Monev KM.

Tim MonEv.
Menjadikan MonEv sebagai semangat bersama membangun transparansi publik dan tanggungjawab profesional.

Sesudah beberapa pengantar berturut-turut dari Tim Monev, Pastor Vikep Kevikepan Manado dan dari Uskup, proses selanjutnya kemudian masuk pada pemaparan Matriks Monev Program Kerja masing-masing paroki secara bergantian.

Ada beberapa bahan evaluasi yang disampaikan oleh Tim Monev KM atas presentasi dari masing-masing paroki. Catatan untuk masing-masing Paroki disampaikan dengan tegas namun jenaka oleh Pastor Frangky Runtu Pr selaku Ketua Pusat Pastoral Keuskupan Manado atau disingkat Puspa Kusuma.

Inti pelatihan

Pastor Angky, begitu sapaan akrabnya, menyampaikan inti dari semua ini adalah monitoring. Menurutnya semua program akan terlaksana dengan baik jika monitoring barjalan baik pula.

“Dalam tata kelola yang dibangun dengan Renstra ada sesuatu yang sangat penting, yakni monitoring,” tegas Pastor Angky.

Melaksanakan monitoring dan evaluasi (MonEv) untuk kemudian mendapatkan “mukjizat” dalam tata kelola keuangan dan manajemen tata kelola paroki.

Hal ini juga sudah disampaikan Uskup, demikian kata Pastor.

“Beliau mengatakan sederhana; semua orang yang dipercayakan memimpin institusi harus menjadikan monitoring sebagai hal yang esensial bukan ala kadarnya,” tegasnya.

Sesudah presentasi matriks monev program kerja masing-masing paroki selanjutnya dipaparkan matriks kedua yaitu implementasi hasil-hasil Sinode KM. Untuk bagian ini, pada umumnya baik. Hanya saja perlu dibuktikan dengan dokumen-dokumen pendukung yang pada saat bersamaan sedang diperiksa oleh Tim Sekretariat Monev di tempat yang sama

Masing-masing mulai dari tingkat Wilayah Rohani (WR), Dewan Pastoral Stasi (DPS), Dewan Pastoral Paroki (DPP) sampai Kelompok Kategorial (KK) wajib membawa dokumen pendukung sebagai pembuktian.

Bendahara di semua struktur kepengurusan wajib membawa buku kas, laporan keuangan pendukung lainnya serta uang dalam bentuk fisik untuk diperiksa oleh Tim Keuangan Keuskupan.

Tiga bagian besar ini yakni Program Kerja, Implementasi Hasil-Hasil Sinode yang di dalamnya yaitu Statuta, Arah Dasar dan Renstra KM kemudian Keadaan Keuangan, menjadi poin yang diperhatikan khusus oleh Tim Monev.

Tak lupa Pastor Angky mengingatkan agar di setiap Ibadah atau pertemuan WR harap Statuta KM dibacakan. “Saya suka mengajak kalau di pertemuan atau ibadah wilayah umat buka, baca dan refleksikan statuta,” tutup beliau dengan penuh penekanan.

Mari buat mukjizat

Di akhir kegiatan sebelum penandatanganan berita acara monev Uskup Manado memberi penegasan sekaligus mengajak semua umat untuk membuat “mukjizat”.

Mgr. Rolly MSC menjawab tantangan atas keraguan umat yang memberi pertanyaan kritis tentang apakah program ini akan diketahui umat, serta apakah akan bisa terlaksana dan berhasil.

Mari torang beking supaya ‘mukjizat’ itu menjadi nyata, masa mukjizat lain bisa menjadi nyata kong mukjizat gerakan bersama tidak menjadi nyata. Amin,” tutup Uskup dengan penuh optimisme disambut dengan tepuk tangan antusias dari semua yang hadir.

Berkat dari Mgr. Rolly Untu MSC.

Demikian pertemuan yang berlangsung sejak pukul 09.00 pagi sampai pukul 17.15 sore ini berproses dengan lancar.

Semua ini dilakukan agar gerakan bersama di seluruh Keuskupan Manado mengantar kita sampai pada tujuan.

Ini juga mengingatkan kita pada lirik terakhir dalam Mars Yubileum 150 Tahun Kembalinya Iman Katolik di Keuskupan Manado yang berbunyi: “Dituntun Cahaya Kristus, Kita Sampai Tujuan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here