RIP Pastor Richmond Nilo, Korban Ketiga Ditembak Mati di Filipina: Politik atau Personal?

0
1,008 views
RIP Pastor Richmond Nilo Pr, imam ketiga yang ditembak mati di Filipina. (Ist)

MINGGU, 10 Juni 2018, pukul 05.00 sore waktu lokal di Filipina, Pastor Richmond Nilo, imam diosesan Keuskupan Cabanatuan, menjadi imam ketiga yang ditembak mati.

Ia dieksekusi mati, ketika tengah memimpin Perayaan Ekaristi di Kapel Barangay Mayamot, Zaragos, Nueva Ecija, Filipina.

Pastor ketiga yang mati ditembak

Pastor Richmond Nilo adalah imam ketiga yang ditembak mati dalam kurun waktu enam bulan sejak Desember 2017.

  • Pada tanggal 4 Desember 2017, Pastor Marcelito Paez, seorang imam pembela HAM dan pendamping masyarakat miskin dari Nueva Ecija, juga ditembak mati.
  • Pada bulan April tepatnya pada tanggal 29 April 2018, Pastor Mark Ventura –seorang aktivis anti tambang–juga ditembak mati di Gattaran, Cagayan City, Filipina.
  • Pada tanggal 6 Juni Pastor Rey Urmeneta dari Paroki Santo Mikael Calamba juga ditembak, namun hanya mengalami luka dan sedang dirawat di rumah sakit.

Ini adalah salah satu postingan Pastor Nilo di FB.

Pada tanggal 31 Agustus 2017, ia memposting sebuah postingan berupa debat keagamaan dia  bersama salah seorang tokoh dari denominasi Gereja lain yang mana diketahui Gereja ini memiliki “polisi” sendiri dan punya hubungan yang sangat dekat dengan Presiden Duterte.

RIP Pastor Richmond Nilo Pr, imam ketiga yang ditembak mati di Filipina. (Ist)

Gereja melawan tembak mati pengguna narkoba

Sejak terpilih menjadi Presiden Filipina, Duterte dengan terang benderang menyatakan perang melawan narkoba dengan cara tembak mati di tempat. Pernyataan ini mendapat perlawanan dari Gereja Katolik melalui Konferensi Wali Gereja Filipina (CBCP) yang menentang dan menolak keras hukuman tembak mati di tempat bagi para pengguna narkoba.

Alasan mendasar CBCP adalah bahwa kematian adalah kuasa Tuhan dan masih banyak cara menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba yaitu melalui rehabilitasi untuk para pemakai narkoba. Dan terutama harus melalui sebuah proses pengadilan yang benar dan adil.

Atas perlawanan Gereja Katolik melalui CBCP itu, hubungan pemerintah dalam hal ini Presiden Duterte dengan Gereja Katolik terutama dengan para uskup dan para imam yang bergerak di bidang HAM menjadi tidak harmonis.

RIP Pastor Richmond Nilo Pr.

Dari peristiwa beruntun penembakan para pastor dalam kurun waktu enam bulan ini lalu  pertanyaan: Penembakan para pastor ini karena motif politik atau alasan personal?

Selamat jalan imam Tuhan dan gembala Gereja Pastor Richmond Nilo.

Doa kami untuk keselamatan kekal pastor.

Manila,  Hunyo-11-2018

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here