Paus Fransiskus Ajak Semua Orang Berdoa bersama Rabu (25/3) dan Jumat (27/3)

0
896 views
Ajakan Paus Fransiskus Berdoa.(Ist)

MINGGU, 22 Maret 2020, media Vatican News, menurunkan sebuah berita dengan judul “Il Papa: alla pandemia del virus rispondiamo con l’universalità della preghiera”.

Artinya, “Paus: kita menanggapi pandemi virus dengan universalitas doa.”

“Francesco chiede a tutti i cristiani di unire le loro voci nella preghiera verso il Cielo. Tutti i Capi della Chiesa e i leader di tutte le Comunità cristiane, insieme a tutti i cristiani delle varie confessioni, a invocare l’Altissimo, Dio onnipotente, recitando contemporaneamente” il Padre Nostro, mercoledì prossimo 25 marzo a mezzogiorno, nel giorno in cui molti cristiani ricordano l’annuncio alla Vergine Maria dell’Incarnazione del Verbo.”

“Fransiskus mengajak seluruh umat Kristiani untuk menyatukan suara-suara mereka  melalui dos ke Surga. Semua Kepala Gereja dan para pemimpin dari semua komunitas Kristen, bersama seluruh umat Kristen dari berbagai pengakuan, berseru kepada Yang Maha Tinggi, Allah yang Maha Kuasa, mendaraskan secara bersama-sama, Doa Bapa Kami, pada Rabu, 25 Maret di waktu siang hari (Pkl. 12.00),  pada hari ketika orang-orang Kristiani mengingat pemberitahuan kepada Perawan Maria mengenai Inkarnasi dari Sabda-Sabda yang menjelma menjadi Manusia (Baca: Hari Raya Maria menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel).

Pada saat itu, “Semoga Tuhan mendengarkan doa dengan suara bulat dari murid-murid-Nya yang sedang mempersiapkan diri untuk merayakan kemenangan Kristus Yang Bangkit,” demikian kata Bapa Suci. 

Dengan intensi yang sama Il Santo Padre mengumumkan bahwa ia ingin memimpin doa di halaman Gereja Basilika Santo Petrus, dengan kondisi lapangan yang kosong, pada Jumat depan tanggal 28 Maret 2020, pada pkl. 18.00 waktu Italia (atau tanggal 27 Maret WIB).

Pada momen ini, Bapa Suci mengajak semua umat untuk berpartisipasi secara spiritual melalui media.

“Ascolteremo la Parola di Dio, eleveremo la nostra supplica,  adoreremo il Santissimo Sacramento, con il quale al termine darò la Benedizione Urbi et Orbi, a cui sarà annessa la possibilità di ricevere l’indulgenza plenaria. Alla pandemia del virus vogliamo rispondere con l’universalità della preghiera, della compassione, della tenerezza. Rimaniamo uniti. Facciamo sentire la nostra vicinanza alle persone più sole e più provate.”

“Kita akan mendengarkan Sabda Tuhan, menyampaikan permohonan kita, menyembah Sakramen Maha Kudus, yang pada akhirnya, saya (Bapa Paus) akan memberikan berkat Urbi et Orbi (berkat untuk Kota Roma dan untuk Dunia), di mana ada kemungkinan untuk menerima indulgensi secara penuh. Berhadapan dengan pandemi virus corona ini, kita ingin menanggapinya dengan universalitas doa, kasih sayang, kelembutan. Marilah kita tetap bersatu. Mari kita membuat kedekatan kita lebih terasa bagi orang-orang yang paling kesepian dan seringkali dicobai.”

Lapangan Santo Petrus di Vatikan yang sepi nyenyet, kosong mlompong — Ist

Seruan untuk tetap bersatu

“La nostra vicinanza ai medici, agli operatori sanitari, infermieri e infermiere, volontari … La nostra vicinanza alle autorità che devono prendere misure dure, ma per il bene nostro. La nostra vicinanza ai poliziotti, ai soldati che sulla strada cercano di mantenere sempre l’ordine, che si compiano le cose che il governo chiede di fare per il bene di tutti noi. Vicinanza a tutti.”

“Kedekatan kita dengan dokter, petugas kesehatan, para perawat, tenaga sukarelawan… Kedekatan kita dengan pihak berwenang yang harus mengambil tindakan keras, tetapi untuk kebaikan kita sendiri. Kedekatan kita dengan polisi, dengan para prajurit (pihak keamanan) yang selalu berusaha menjaga ketertiban di jalan, untuk mencapai hal-hal yang diminta oleh pemerintah untuk kita lakukan demi kebaikan kita semua.”

Sebagai kesimpulan, Paus mendesak kita untuk membaca secara tenang dan pelan, Bab 9 dari Injil Yohanes, seperti yang ia sendiri kukakan: “Kita akan membuatnya demi kebaikan kita semua.”

Gerakan-gerakan kuat (bersatu dalam doa) yang diusulkan oleh Paus  Fransiskus pada pekan  depan, berisi desakan untuk menghadapi kesulitan ini untuk bersatu dalam dalam doa dan cinta, meskipun dalam jarak fisik, sebagaimana Bapa Paus sendiri telah melakukannya, dengan melaksanakan misa harian dari Casa Santa Marta yang sudah berlangsung sudah dua pekan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here