Paus Fransiskus di Audiensi Yubelium 12 Nov 2016: Tentang Penyertaan

0
202 views
Ilustrasi (Ist)

SAUDARA dan saudari terkasih, selamat pagi. Dalam Audiensi Yubileum Sabtu yang terakhir ini, saya ingin memaparkan aspek penting kerahiman: penyertaan. Dalam rencana kasih-Nya Allah, pada kenyataannya, tidak ingin menelantarkan siapa pun, tetapi ingin menyertakan semua orang. Misalnya, melalui Pembaptisan Ia menjadikan kita anak-anak-Nya di dalam Kristus, anggota-anggota tubuh-Nya, yaitu Gereja. Dan kita orang-orang kristiani diundang untuk menggunakan kriteria yang sama: kerahiman yaitu cara bertindak, gaya yang dengannya kita berusaha menyertakan orang lain dalam kehidupan kita, menghindari penarikan ke dalam diri kita dan keamanan-keamanan egoistis kita.

Dalam perikop Injil Matius yang baru saja kita dengar, Yesus mengungkapkan sebuah undangan benar-benar mendunia: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (11:28). Tak seorang pun dikecualikan dari seruan itu, karena perutusan Yesus adalah untuk mengungkapkan kepada setiap orang kasih Bapa. Bagi kitalah membuka hati kita, percaya kepada Yesus dan menerima pesan kasih ini, yang membuat kita memasuki misteri keselamatan.

Aspek kerahiman ini, penyertaan, diwujudkan dalam membuka lengannya lebar-lebar untuk menerima tanpa pengecualian, tanpa mengelompokkan orang lain atas dasar keadaan sosial, bahasa, ras, budaya atau agama mereka: di hadapan kita hanya ada seseorang untuk dikasihi sebagaimana Allah mengasihinya.

Berapa banyak orang-orang yang letih dan tertindas kita temui juga hari ini! – di jalan, di kantor-kantor publik, dalam bedah medis. Tatapan Yesus bersemayam pada wajah masing-masing orang, juga melalui mata kita. Dan bagaimana hati kita? Apakah ia penuh kerahiman? Dan apakah cara bertindak kita bersifat menyertakan? Injil memanggil kita untuk mengenali dalam sejarah umat manusia rencana karya besar penyertaan, yang, menghormati sepenuhnya, kebebasan setiap orang, jemaat dan bangsa-bangsa, memanggil semua orang untuk membentuk sebuah keluarga saudara dan saudari, dalam keadilan, dalam kesetiakawanan dan dalam kedamaian, dan menjadi bagian dari Gereja, yang adalah tubuh Kristus.

Alangkah benarnya kata-kata Yesus yang mengundang semua orang yang letih, lelah pergi kepada-Nya untuk menemukan istirahat! Tangan-Nya yang terentang di kayu salib menunjukkan bahwa tak seorang pun dikecualikan dari kasih-Nya dan dari kerahiman-Nya. Ungkapan yang paling cepat yang dengannya kita merasa diterima dan dimasukkan dalam Dia adalah pengampunan-Nya.

Kita semua butuh diampuni Allah. Dan kita semua butuh menjumpai saudara dan saudari yang membantu kita untuk pergi kepada Yesus, membuka diri kita terhadap karunia yang Ia berikan kepada kita di kayu salib. Janganlah kita saling menghambat! Marilah kita tidak menelantarkan siapa pun.

Sebaliknya, dengan kerendahan hati dan kesederhanaan marilah kita menjadikan diri kita alat-alat kerahiman Bapa yang bersifat menyertakan. Gereja Bunda yang kudus meneruskan pelukan agung Kristus yang wafat dan bangkit di dunia. Dengan tiang-tiang besarnya, Lapangan Santo Petrus ini juga mengungkapkan pelukan ini. Marilah kita membiarkan diri kita terlibat dalam gerakan penyertaan orang lain ini, menjadi saksi-saksi kerahiman yang dengannya Allah telah menerima dan menerima kita masing-masing.

Sambutan hangat tertuju kepada para peziarah berbahasa Italia. Saya senang menerima umat Gerakan Shalom, dengan Uskup San Miniato; Persatuan Guru-guru Sekolah Menengah Puglia; Federasi Para Petani Italia; Tanggungan Anas; Federasi Dokter Hewan dan Konfederasi Pekerjaan yang bebas, yang sedang memperingati ulang tahun ke-50 berdirinya.

Saudara dan saudari terkasih, hayati Audiensi Yubileum terakhir ini dengan iman terhadap pengalaman dalam kehidupan kalian pengampunan, kerahiman dan kasih Allah

Dengan kasih sayang khusus saya menyambut kalian, para relawan Yubileum Luar Biasa Kerahiman, dari berbagai bangsa, dan saya berterima kasih untuk pelayanan kalian yang berharga sehingga para peziarah bisa menghayati dengan baik pengalaman iman ini. Dalam perjalanan bulan-bulan ini, saya telah mencatat kehadiran kalian yang bijaksana di Lapangan Santo Petrus dengan logo Yubileum dan saya mengagumi dedikasi, kesabaran dan antusiasme yang dengannya kalian melakukan pekerjaan kalian.

Sebuah ucapan khusus tertuju kepada orang-orang muda, orang-orang sakit dan para pengantin baru. Kemarin kita memperingati Santo Martinus dari Tours, Santo pelindung para pengemis, 1700 tahun yang kelahirannya terjadi tahun ini. Semoga teladannya membangkitkan di dalam kamu, orang-orang muda yang terkasih, terutama kalian para mahasiswa Erasmus Eropa, keinginan untuk terlibat dalam gerakan kesetiakawanan nyata; semoga kepercayaannya di dalam Kristus Tuhan mendukung kalian, orang-orang sakit yang terkasih, dalam cobaan-cobaan penyakit; dan semoga kejujuran moralnya mengingatkan kalian, para pengantin baru yang terkasih, tentang pentingnya nilai-nilai dalam pendidikan anak.

http://katekesekatolik.blogspot.co.id/2016/11/wejangan-paus-fransiskus-dalam-audiensi_15.html)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here