Paus Sahkan Perubahan Teks Doa “Bapa Kami” dan “Kemuliaan”

5
4,432 views
Perempuan berdoa (Ilustrasi/Ist)

PADA tanggal 22 Mei 2019 dan selama pertemuan Konferensi Para Uskup Italia, Ketua Presidium Konferensi Waligereja Italia Kardinal Gualtiero Bassetti telah mengumumkan persetujuan perbaikan terjemahan edisi ketiga TPE untuk Italia; termasuk perubahan terjemahan pada doa Bapa Kami dan Kemuliaan.

Yang berubah dalam doa Bapa Kami adalah sebagai berikut:

“dan jangan masukan kami ke dalam pencobaan” berubah menjadi “jangan biarkan kami jatuh kedalam pencobaan”.

Yang berubah dalam Doa Kemuliaan adalah mulai dari “Damai dibumi bagi orang-orang yang berkehendak baik” menjadi “Damai di bumi bagi orang-orang yang dikasihi Allah”.

Perbaikan pada TPE Italia adalah usaha selama 16 tahun dengan tujuan untuk “berkontribusi pada pembaruan komunitas gerejawi setelah reformasi liturgis.”

“Para uskup dan para ahli bekerja untuk memperbaiki teks dari sudut pandang teologis, pastoral, dan gaya, serta memperbaiki penyajian TPE.”

Perbaikan ini telah mendapatkan konfirmasi dari Kongregasi Suci Urusan Ibadat dan Sakramen yang merupakan pengakuan atas keputusan yang dibuat oleh Konferensi Para Uskup.

Dalam beberapa bulan mendatang, Edisi ke-3 dari TPE (Misale Romanum) akan dicetak dan tersedia untuk digunakan.

5 COMMENTS

  1. Yth. KomLit KWI atau yang berwenang tentang Liturgi.
    Berkah Dalem.
    Mohon info apakah pembaruan TPE Misale Romanum (edisi ke-3) juga berarti akan ada pembaruan PUMR?
    Bila ya mohon sekalian ditinjau kembali ketepatan terjemahan dalam bahasa Indonesia sehingga tidak menimbulkan multitafsir terhadap meksud teks aslinya.
    Dalam PUMR terbitan 2002 ada beberapa terjemahan yang kurang pas. Yang sudah saya pelajari adalah pada Art. 277 tentang pendupaan. Istilah “Tribus ductibus” dalam IGMR yang mestinya berarti “tiga kali dua ayunan” (seperti terlihat dalam praktek liturgi pada misa di Vatican) namun dalam PUMR diterjemahkan menjadi “diayunkan tiga kali”. Hal ini menimbulkan perbedaan pendapat dalam pelaksanaan pendupaan di banyak paroki. Demikian pula dengan istilah “duobus ductibus”.
    Art. 277 ini mungkin hanya salah satu hal saja barangkali masih ada artikel-artikel lain yang terjemahan Indonesianya kurang pas. Mohon ditinjau ulang secara keseluruhan. Harapan kami Liturgi Gereja Katolik semakin baik dan dihayati sehingga semakin membantu umat dalam peribadatan.
    Terima kasih. Berkah Dalem.

    [Yohanes Yudi Hartono- Paroki St. Paulus -Kleca Surakarta -pemerhati Liturgi]

  2. Masih kurang jelas. Itu yg direvisi adalah terjemahan dalam Bahasa Italia atau Bahasa Latin? Mudah2an dlm wkt gak lama kita bisa dpt versi resmi bahasa Latinnya. Klo mau aman,sebenarnya umat bisa diarahkan utk mendoakan doa Bapa Kami dan doa2 dasar lain dlm versi Bahasa Latin,biar gak menimbulkan salah tafsir.

  3. Sebaiknya Doa Bapa Kami dirubah menjadi Doa Tuhan Yesus. Kata Bapa kami pada doa Bapa kami diganti dengan kata Tuhan Yesus. Terimakasih.

Leave a Reply to Andi Sardono Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here