Pelita Hati: 08.06.2018 – Murid Yang Dikasihi Tuhan

0
535 views

Bacaan Yohanes 21:20-25

Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. (Yoh 21: 20.24-25)

Sahabat pelita hati, 

PELITA sabda kita hari ini merupakan bagian akhir  dari Injil Yohanes yang berkisah tentang “Murid yang Dikasihi Yesus.” Yang dimaksud dengan murid yang dikasihi Yesus adalah sang penginjil atau penulis Injil Yohanes. Beberapa kali nama ini memang disebut di dalam kisah di antaranya ia dikisahkan duduk di samping Yesus pada saat perjamuan terakhir. Ia  juga dikisahkan bersama-sama dengan Petrus dan berlari lebih kencang hingga tiba di kubur Yesus yang kosong serta yang pertama kali menyaksikan kain kafan yang tertinggal. Namun yang terpenting adalah berkat kebersamaan yang ia alami dan peristiwa yang ia lihat, Yohanes kemudian menuliskan semua pengalamannya itu dalam sebuah buku yang sekarang kita kenal sebagai injil Yohanes. Inilah warisan tulisan kesaksian iman yang dikenang sepanjang zaman. 

Sahabat terkasih, 

setiap dari murid Yesus, -tanpa kecuali-  memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama yaitu mewariskan nilai-nilai kebaikan dan keutamaan iman dalam keluarga, lingkungan dan di mana pun juga. Apakah yang telah dan sedang kita buat dan kita usahakan? Semoga kita juga mampu mewariskan nilai-nilai kebaikan itu melalui kesaksian hidup kita sehari-hari agar kita  layak disebut murid yang dikasihi Tuhan.

Pergi ke laut menjala ikan,
ikan Tuna yang jadi tangkapan.
Jadilah penebar kebaikan,
agar nama Tuhan semakin dimuliakan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here