Pelita Hati: 10.01.2019 – Mengabarkan dan Menebarkan Kebaikan

0
791 views

Bacaan Lukas 4:14-22a

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.” (Luk. 4:16-22a).

Sahabat pelita hati,

KITA berjumpa dengan kisah Yesus yang mewartakan “kabar baik” bagi orang-orang miskin, orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang-orang buta, dan membebaskan orang-orang yang tertindas. Mereka yang dituju adalah orang-orang yang sedang ada dalam kesulitan. Itulah Kabar Baik atau Injil berita keselamatan dari Tuhan  yang diarahkan kepada orang-orang yang ada dalam kesulitan. Kedatangan Tuhan sungguh membawa kegembiraan bagi banyak orang, terutama yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir (KLMT). Itulah program atau visi-misi karya dan pewartaan Tuhan yang kemudian memang sungguh dikerjakan oleh Tuhan melalui beragam karya mujizat kasih-Nya.

Sahabat terkasih,

Pelita sabda hari ini membawa kita pada suatu pertanyaan: jika karya Tuhan sungguh menyentuh pada orang-orang kecil dan menderita, lalu apa saya juga sudah mengusahakan yang sama? Apakah kita juga memiliki perhatian secara khusus kepada sanak saudara yang dikategorikan sebagai yang  kecil, lemah, miskin dan tersingkir? Apa yang telah kita buat dan apa yang akan kita persembahkan kepada mereka? Kita tak perlu merencanakan hal-hal yang besar dan spektakuler, cukuplah memberi perhatian kepada sanak saudara  di sekitar kita, terutama yang kurang beruntung dan menderita. Sekecil apa pun kebaikan yang kita berikan kepada mereka tentulah akan membawa kegembiraan bagi orang yang menerimanya.

Patah dahan disambungkan,
jangan lupa direkatkan.
Mampukan kami ya Tuhan,
selalu menebarkan kebaikan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here