Pelita Hati: 10.07.2018 – Merajut Asa Pelayanan

0
307 views

Bacaan Matius 9:32-38

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. (Mat.9:35-36)

Sahabat pelita hati,

SABDA Tuhan hari ini mengingatkan saya saat pertama kali melayani  umat yang tersebar di pulau-pulau. Satu tahun setelah berkarya di Papua, tepatnya  di Maret tahun 2008, saya mendapat tugas asistensi pekan suci ke stasi-stasi kepulauan yang tersebar  di wilayah Teluk Etna, paroki Martinus Kaimana. Ada  empat (4) tempat pelayanan di kepulauan yang harus ditempuh melalui laut dan sungai. Pelayanan di stasi pertama harus ditempuh dengan longboat  kurang lebih lima jam perjalanan dari paroki. Ibadah dilaksanakan di gereja oikumene yang kecil dan sederhana dengan sekitar dua puluh umat saja. Setelah menginap semalam kemudian menyeberang selama kurang lebih dua jam untuk pelayanan ibadah di salah satu tempat yang belum memiliki gedung gereja. Ibadah dilaksanakan di salah satu rumah umat melayani kurang lebih dua belas umat. Keadaan ini mengingatkan saya akan sabda Tuhan hari ini “seperti domba yang tak bergembala”. Maklumlah mereka hanya mendapatkan pelayanan ibadah dua kali dalam setahun (Natal dan Paskah), karena terbatasnya tenaga dan luasnya jangkauan pelayanan. Setelah itu berlanjut perjalanan lebih jauh lagi ke stasi berikut dengan perahu selama kurang lebih tiga jam perjalanan. Setelah menginap satu malam kemudian lanjut ke stasi terakhir yang  membutuhkan waktu perjalanan delapan (8) jam,  tiga jam pertama mengarungi laut, kemudian menembus muara  dan masuk menyusuri sungai selama lima jam. Sebuah perjalanan panjang yang melelahkan dan terkadang dilanda rasa cemas dan takut tatkala angin dan ombak menghadang. Itulah bunga cerita saat mengunjungi umat di pedalaman yang rindu pelayanan.

Sahabat terkasih,

Pelita sabda hari ini tentu sangat meneguhkan bagi para pelayan pastoral yang tak boleh lelah melayani dari satu tempat ke tempat lain. Sementara bagi umat yang tinggal di kota dan sangat mudah mendapatkan pelayanan serta ibadah, saatnya untuk bertanya diri: apakah saya telah menggunakan kemudahan dalam ibadah dengan sebaik-baiknya? Atau kita masih suka malas untuk datang ke gereja? Sadarkah bahwa sikap kita ini tidak adil? Lihatlah ada begitu banyak umat di pedalaman yang haus akan pelayanan namun karena terbatasnya tenaga serta sulitnya medan pelayanan mereka hanya dua kali dalam setahun mendapat pelayanan pastor. Semoga kita tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berjumpa dengan Tuhan selagi masih diberi kesempatan.

Bunga melati mekar di taman,
taman hati kekasih idaman.
Semoga kami tetap teguh beriman,
di tengah arus tantangan zaman.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here