Pelita Hati: 10.10.2018 – Beri Kami Secukupnya

0
842 views

Bacaan Lukas 11:1-4

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamuui pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

SAHABAT pelita hati,

Hari ini kita berjumpa dengan warta sabda tentang “Doa Bapa Kami”. Inilah doa dasar yang juga disebut sebagai doa agung ajaran Yesus sendiri. Doa Bapa Kami adalah doa singkat namun lengkap dan padat yang mencakup doa syukur, pujian,  pengharapan dan permohonan.

Sahabat terkasih,

Salah satu nilai yang diperjuangkan dari doa ini adalah agar kita memiliki semangat hidup sederhana atau hidup secukupnya alias tak serakah. Bukankah salah satu sikap yang membawa manusia kepada jurang dosa adalah keserakahan? Mari kita ingat kembali kisah kejatuhan manusia pertama, Adam dan Hawa. Atas bujuk rayu ular sebagai personifikasi dari setan, Adam makan buah dari pohon yang ada di tengah-tengah taman  yang dilarang oleh Tuhan. Tergoda oleh bujuk rayu setan untuk menjadi sama dengan Allah maka Adam melanggarnya. Inilah sikap serakah yang menjerumuskan manusia kepada jurang dosa. Kini Yesus mengajarkan kepada kita untuk mengendalikan diri dan hati dari sikap serakah dan ambisi. “Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya” atau “berilah kami rezeki pada hari ini” adalah sebuah sikap yang harus tertanam dalam hati sanubari kita. Jauhkan dari sikap serakah dan syukuri atas setiap anugerah yabg Tuhan beri. Hidup sederhana dan tak mengada-ada.

Sahabat terkasih,

Marilah mengawali hari dengan medaraskan doa Bapa Kami sambil berpasrah diri pada Tuhan Sang pemberi. Ia tahu apa yang kita butuhkan. Yang dibutuhkan dari kita adalah sikap pasrah dan berserah.

Di sana Rina di sini Rani,
dua bersaudara bintang kelas kami.
Berilah kamu rezeki pada hari ini,
dan ampuni kesalahan kami.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here