Pelita Hati: 11.05.2019 – Setia Hingga Pada Akhirnya

0
601 views

Bacaan Yohanes 6:60-69

Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Sahabat pelita hati,

PENGINJIL Yohanes menutup pengajaran tentang “Roti Hidup” dengan menggambarkan bahwa  ”Banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” Mereka mundur dan tidak lagi mau mengikut Yesus walau sebelumnya selalu mengikuti-Nya ke mana Yesus pergi. Apa sebab? Rupanya mereka sulit memahami kalimat-kalimat Yesus dan tersinggung ketika Tuhan mengatakan bahwa alasan perutlah yang membuat mereka mencari Tuhan. Barangkali hal itulah yang membuat mereka kesal dan enggan bertanya lagi. Dan mundur adalah jalan yang mereka ambil. Namun, di tengah banyak murid yang mundur dan tidak mau mengikuti-Nya lagi, Yesus tidak berusaha menahan para murid yang masih setia.  Dia juga tidak membujuk mereka tetap tinggal. Sebaliknya, Yesus menantang mereka: Apakah kamu tidak mau pergi juga?

Sahabat terkasih,

Menjadi murid Yesus memang harus tahan banting dan militan. Tidak mudah goyah dan patah semangat, harus teguh dan tegar di tengah arus tantangan zaman. Anda dan saya pun tak pernah luput dari tantangan dan kesulitan dalam pelayanan dan pengabdian, tetapi kita harus berpegang erat-erat pada Sang Tuhan. Semoga kita pun berani berseru seperti  Petrus, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Semoga kita tetap setia hingga pada akhirnya.

Membeli batik kainnya pilihan,
batik tulis dari Pekalongan.
Mampukan hamba-Mu ya Tuhan,
taat dan setia dalam beriman.

dari Papua dengan cinta
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here