Pelita Hati: 14.08.2018 – Berharap pada Tuhan

0
803 views

Bacaan Matius 18:1-5.10.12-14

Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” (Mat.18:2-5)

Sahabat terkasih,

KETIKA merenungkan pelita sabda ini, saya sambil membayangkan dan memikir apa reaksi para ahli taurat dan para tua-tua Yahudi? Saya membayangkan mereka amat marah dan semakin benci kepada Yesus karena kesalehannya merasa terhina oleh jawaban Yesus yang mengangkat perlunya belajar pada anak kecil. Tentunya Yesus bukan asal bicara dan berwarta.

Konon anak kecil identik dengan kepolosan dan kepasrahan. Tak mengenal rekayasa apalagi tipu daya. Anak kecil juga selalu menyandarkan diri atau pasrah kepada orang tuanya serta percaya bahwa segala sesuatu akan dicukupinya. Ia juga tidak pernah merasa takut karena ia yakin bapanya senantiasa menjaga dan memberinya perlindungan.  Iman seperti anak kecil inilah yang seharusnya dimiliki setiap orang percaya. Namun sebaliknya, terkadang kita begitu mudah kuatir dan takut ketika menghadapi tantangan dan kesulitan.

Sahabat terkasih,

Semoga kita mampu mengambil peran “seperti anak kecil,” yang berarti menggantungkan harapan sepenuhnya kepada Allah. Allah lah Sang penjamin dan penopang hidup. Jangan merasa diri mampu dan kuat tetapi selalu haus dan rindu Tuhan di setiap waktu. Jika demikian kita pun akan disebut “yang terbesar” di dalam kerajaan surga. Yang terbesar bukanlah orang dengan segudang prestasi, kedudukan dan jabatan tetapi yang berani rendah hati dan selalu berharap pada rahmat belas kasih-Nya.

Di sini gunung di sana gunung,
di tengah-tengah ada pulaunya.
Jangan bimbang apalagi bingung,
selalu berharap pada kasih-Nya.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here