Pelita Hati: 14.11.2018 – Tahu Bersyukur

0
887 views

Bacaan Lukas 17:11-19

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”

Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.  Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

SAHABAT terkasih,

Ada pelajaran sangat menarik dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan Yesus. Dari kesepuluh oranh yang telah sembuh itu hanya seorang yang kembali kepada Tuhan dan menghaturkan sembah puji syukur, itu pun orang Samaria yang dikenal sebagai orang asing alias bukan orang Yahudi. Sementara itu sembilan orang Yahudi lainnya, yang dikenal sebagai bangsa pilihan, justru tidak kembali dan tak mengucapkan terima kasih. Mereka tidak tahu bersyukur. Di sinilah tergambar jelas mana yang hidup secara tulus dan rendah hati dan mana yang hidup dalam keangkuhan.

Sahabat pelita hati,

Bukan tidak mungkin sikap kesembilan orang kusta itu mewakili sikap kita di zaman ini. Ketika kita mengalami perjuangan dan pergulatan hidup, kita tak henti datang kepada Tuhan dan memohon berkah-Nya. Namun sesudahnya kita lupa untuk mengucap syukur kepada-Nya.  Marilah kita menjadi pribadi yang  rendah hati dan tahu bersyukur.

Janganlah saling bermusuhan,
hiduplah damai dalam persaudaraan.
Bersyukurlah kepada Tuhan,
sebab kasih-Nya tak berkesudahan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here