Pelita Hati: 15.10.2018 – Menjadi Anak-anak Tuhan

0
813 views

Bacaan Lukas 11:29-32

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

SAHABAT pelita hati,

Kini Tuhan sedang berbicara dan membicarakan orang-orang Yahudi, terutama orang-orang Farsi, para ahli Taurat maupun para tua-tua Yahudi. Kelompok inilah yang selalu mempertanyakan eksistensi Yesus. Kelompok ini jugalah yang selalu mempermasalahkan karya dan pewartaan Yesus  dan kali ini meminta tanda untuk menyakinkan mereka bahwa Yesus adalah Mesias yang datang dari Allah. Namun Tuhan menyebut mereka sebagai angkatan jahat yang tak akan diberi tanda kecuali tanda nabi Yunus. Inti dari kemarahan Yesus adalah orang-orang Yahudi atau para petinggi Yahudi ini begitu sombongnya dengan kedudukan dan statusnya sehingga tak pernah membuka hati pada karya dan pewartaan-Nya.

Sahabat pelita hati,

Yang dibutuhkan dari kita adalah membuka hati bagi Tuhan dan membuka hati bagi sesama. Kita hidup bukan untuk diri sendiri tetapi hidup yang diabdikan bagi Tuhan dan tentunya mewujud dalam pelayanan kepada sesama, terutama yang lemah dan menderita. Semoga kita tidak masuk dalam kategori ‘angkatan jahat’ tetapi menjagi anak-anak Tuhan yang siap mendengarkan sabda-Nya dan tekun melaksanakannya.

Sahabat terkasih,

Di mana pun kita hidup dan apa pun yang kita lakukan menjadi kesempatan bagi kita untuk membuktikan  prasetya iman kita. Tuhan tak menilai bersar kecilnya karya kebaikan kita tetapi Ia menilai kesungguhan kita untuk menyatakan kebaikan-kebaikan kita. Mari kita buktikan.

Walau berbeda pilihan,
tak boleh kita saling bermusuhan.
Menjadi anak-anak Tuhan,
siap melaksanakan Firman keutamaan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here