Pelita Hati: 15.11.2019 – Rela Mempertaruhkan Nyawa

0
78 views

Bacaan Lukas 17:26-37

Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. (Luk 17:33)

Sahabat pelita hati,

WARTA pelita sabda hari dengan serta-merta mengundang kita bertanya, “bagaimana memastikan bahwa yang kehilangan nyawa justru akan menyelamatkannya?” Marilah kita belajar dari kisah para martir Gereja di masa lampau yang kemudian diangkar menjadi  Santo dan Santa atau orang kudus dalam Gereja. Para martir adalah orang-orang yang rela mempertaruhkan dan menyerahkan nyawa demi bersaksi membela dan mempertahan imannya. Justru karena mereka kehilangan hidup alias meninggal dengan cara disiksa dan dianiaya, mereka menemukan hidup mulia di hadapan Tuhan. Karenanya, orang yang takut sakit, takut tantangan dan kesulitan akan kehilangan hidup yang lebih bernilai, berbobot dan berkualitas. Ia menjadi cengeng dan tidak tahan banting. Sebaliknya, orang yang berani berjuang, rela berkorban serta berani menghadapi tantangan dan kesulitan akan memiliki pribadi yang berkualitas serta berkenan di mata Tuhan. 

Sahabat terkasih,

Bingkai dari permenungan ini adalah bahwa hidup kita tidak hanya berhenti di dunia ini tetapi berlanjut setelah kita meninggalkan dunia fana ini. Di sanalah kualitas kehidupan kita dipertaruhkan. Marilah berusaha menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan, yakni pribadi yang siap berjuang dan berkorban demi iman. Jadilah saksi dan pejuang iman yang militan yang selalu berdiri teguh di tengah arus tantangan zaman. Tak pernah menyerah dan pantang mundur. God Bless.

Tak boleh kita saling menghina,
harus menghargai sesama kita.
Tak boleh kita abai dan terlena,
selalu berpegang teguh pada ajaran Tuhan kita.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here