Pelita Hati: 15.12.2019 – Madah Kerendahan Hati

0
328 views
Rendah hati. (Ist)

Bacaan Matius 11:2-11

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, 

lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. (Mat. 11:2-6.11)

Sahabat pelita hati, 

ADA dua butir permenungan dari pelita sabda hari ini yang bisa jadikan sebagai pelita keutamaan:

Pertama, Yesus tidak menyatakan kepada murid-murid Yohanes bahwa Dia yang dinantikan oleh umat manusia, yang diwakili oleh bangsa Israel. Yesus hanya menunjukkan apa yang Ia sudah lakukan. Kedatangan-Nya membawa sukacita bagi banyak orang. Tanda-tanda itu nyata dalam peristiwa ini:.  “orang buta melihat, orang bisa berbicara, orang lumpuh bisa berjalan, orang mati dibangkitkan dan orang miskin diberikan kabar baik.” Inilah tanda-tanda nyata kehadiran Allah. Kerajaan Allah ada di tengah-tengah umat manusia. Namun, Ia tidak mau menyatakan bahwa diri-Nyalah Mesias yang dinantikan itu. Yesus tidak menuntut kepada murid Yohanes agar mereka percaya kepada-Nya. Tuhan mengajarkan kepada kita tentang kerendahan hati.

Sahabat terkasih,

Kedua, bagian akhir dari pelita sabda hari ini berisi pujian Yesus kepqda Yohanes Pembaptis. Pujian tulus Yesus kepada Yohanes Pembaptis menyatakan betapa kerendahan hati adalah ibu dari segala keutamaan. Tuhan sungguh berkenan kepada orang hidup dengan rendah hati. Karena itu, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.(Kolose 3:12).

Terang bulan bercahaya,
memancar jauh ke Tanjung Jati.
Bagi yang beriman dan percaya,
selalu hidup dalam kerendahan hati.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here